Pemkab Abdya Rencanakan Pengembangan Kerbau Rawa

@aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Laili Suhairi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) merencanakan membuka kawasan pengembangan kerbau rawa (Bubalus bubalis) sebagai upaya penambahan populasi kerbau tersebut yang sudah mulai berkurang

Menurut Laili, pembukaan kawasan pengembangan ternak kerbau ini perlu dilakukan, mengingat populasi kerbau rawa di Abdya sudah lebih dari 50 persen berkurang jika dibandingkan 20 tahun lalu.

“Populasi hewan ini harus kita pertahankan karena masyarakat kita lebih suka konsumsi daging kerbau ketimbang sapi. Dulu masyarakat petani yang bermukim di wilayah pantai barat-selatan Provinsi Aceh hampir rata-rata ada memelihara kerbau,” ungkap Laili di lokasi expo, Kamis (11/7/2019).

Selain untuk kebutuhan dagingnya, kata Laili, dulu kerbau ini juga dipergunakan untuk membajak lahan persawahan petani ketika sudah memasuki musim turun ke sawah.

“Dulu itu warga barat selatan Aceh lebih senang beternak kerbau ketimbang sapi, karena di daerah pantai barat selatan memiliki wilayah yang sangat cocok untuk kerbau. Apalagi didukung oleh lapangan rumput yang luas milik tanah adat dan tanah masyarakat,” ujarnya.

Namun, tambahnya, seiring perkembangan zaman dan tingginya tingkat peralihan lahan tidur menjadi lahan produksi membuat lapangan rumput di gampong-gampong semakin menyempit. Sehingga, membuat petani tidak lagi bergairah memelihara kerbau, ditambah lagi hadirnya alat mesin pertanian (alsintan), sehingga populasi kerbau rawa otomatis mengalami penurunan.

“Kerbau memerlukan kubangan pada saat cuaca panas. Jadi, keadaan inilah yang menyulitkan peternak kita apabila memelihara kerbau tanpa adanya lahan yang luas. Berbeda dengan sapi, kalau sapi 24 jam dikurung dalam kandang aman-aman saja,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK