Tiga Perusahaan Asing Serius Cari Migas di Laut Dalam Aceh

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan kegiatan eksplorasi dengan melakukan survei seismik 2D di Perairan Selat Malaka, Provinsi Aceh sepanjang 1800 km, Selasa, 9 Juli 2019. @ist

ACEHTREND.COM, Bireun – Tiga perusahaan internasional, yaitu Repsol, Premier Oil, dan Mubadala Petroleum akan berinvestasi di bidang hulu migas di lepas pantai Bireuen, Pidie Jaya, dan Pidie, tepatnya di wilayah blok Andaman I, II, dan III di perairan Selat Malaka.

Hal itu disampaikan perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut, Yanin Kholison, dalam kuliah umum Pengenalan Industri Hulu Migas di Universitas Almuslim Bireuen, Rabu (10/7/2019). Kuliah umum ini juga menghadirkan Humas Badan Pengelola Migas Aceh, Achyar Rasyidi.

Menurut Yanin, Repsol telah selesai melakukan seismic 3D di Andaman III dan rencanya di tahun 2020 akan segera melakukan pengeboran. Sementara Premier Oil dan Mubadala masih dalam tahap joint study di Wilayah Kerja Andaman I dan Andaman II.

Achyar Rasyidi, Humas BPMA menyampaikan bahwa kegiatan hulu migas akan berkontribusi pada penciptaan multiefek ekonomi bagi masyarakat Bireun. Dengan kehadiran tiga perusahaan internasional yaitu Mubadala Petroleum, Repsol, dan Premier Oil akan terbuka lapangan kerja baru.

“Iklim investasi di Aceh sangat baik sekarang. BPMA akan memastikan bahwa operasi perusahaan migas akan membawa kemajuan bagi Aceh. Kita harapkan pengeboran Repsol bisa berkontribusi bagi ekonomi lokal,” kata Achyar melalui siaran pers yang diterima aceHTrend.

Sementara Ir. Ibrahim Ahmad M.Si, Assisten II Perekonomian dan Pembangunan kabupaten Bireun dalam sambutannya mewakili Bupati Bireun menyatakan, masyarakat Bireun sangat terbuka dengan kehadiran para investor yang masuk ke Kabupaten Bireun.

Ibrahim juga berpesan jika perusahaan menemukan cadangan minyak dan gas agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam kegiatan hulu migas.

“Mahasiswa Almuslim agar mempersiapkan diri belajar sungguh-sungguh agar bisa diterima bekerja di perusahaan migas,” kata Ibrahim.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Almuslim, Dr. Amiruddin Idris, SE, M.Si berharap agar kegiatan kerja sama dengan universitas seperti ini bisa secara kontinyu dilakukan agar pihak kampus mendapatkan wawasan tentang kegiatan hulu migas di Aceh.

Amiruddin memberikan apreasiasi untuk BPMA dan SKK Migas yang telah mempercayakan Universitas Almuslim mengadakan kegiatan sosialisasi kegiatan hulu migas di Aceh.

Pembicara lainnya yang turut hadir diantaranya Awalus Sadeq (Premier Oil), Fauzan Arif (Repsol), Adelina Novianti (Repsol) dan dimoderatori oleh Teuku Cut mahmud Aziz, S.Fil, M.A. salah seorang dosen senior Almuslim.

Nurdin Abdurrahman, mantan juru runding MOU Helsinki dan Mantan Bupati Bireun juga turut hadir. Nurdin saat ini menjabat Kepala urusan Hubungan Internasional Universitas Almuslim. Acara ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan akademisi Universitas Almuslim Bireun dari berbagai lintas program studi.[]

KOMENTAR FACEBOOK