10 Tahun Mangkrak, Ketua Pansus I DPRA Tinjau Jembatan Pango

Ketua Pansus Dapil I HT Ibrahim dan anggota Sulaiman Abda meninjau jembatan Pango di kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Jumat (12/7/2019) @aceHTrend/Muhajir Juli.

*Kebutuhan Pembebasan Lahan Capai 300 Miliar

ACEHTREND,COM, Banda Aceh – Ketua Panitia Khusus (Pansus) I DPRA yang juga Ketua Fraksi Demokrat, HT. Ibrahim, Jumat (12/7/2019) meninjau jembatan Pango di Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, yang sudah 10 tahun mangkrak.

Kepada aceHTrend, Ibrahim mengatakan pembangunan jembatan tersebut sangatlah penting. Namun selama ini pelaksanaan pembangunan lanjutan masih terkendala, karena dana untuk pembebasan lahan yang seringkali tidak mencukupi.

“Selama ini persoalannya pada penganggaran untuk pembebasan lahan yang tidak mencukupi, sehingga tidak bisa direalisasi,” ujar Ibrahim diwakili anggota Pansus I DPRA Drs. Sulaiman Abda.

Tahun anggaran 2019, lanjut Ibrahim, DPRA bersama Pemerintah Aceh kembali menganggarkan dana senilai Rp52,7 miliar untuk biaya pembebasan.

“Tahun ini dana yang disediakan untuk pembebasan lahan sebanyak Rp52,7 miliar,” ujar Ibrahim, sembari berharap panitia pembebasan lahan bekerja serius.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Propinsi Aceh Ir. Fajri, MT., mengatakan total kebutuhan anggaran untuk membebaskan lahan pembangunan lanjutan jembatan Pango, sebanyak Rp300 miliar.

Saat ini, sesuai dengan dana yang tersedia, pihaknya sudah berhasil membebaskan seluas 3 hektare lahan atau bila dipersilkan sudah mencapai 49 persil dari total lahan yang harus dibebaskan.

“Untuk tahap ini sudah selesai kita bebaskan. Tidak ada kendala di lapangan. Semua berjalan lancar,” ujar Fajri kepada aceHTrend.

Fajri menyebutkan, untuk kegiatan fisik pembangunan jembatan Pango, disediakan melalui APBN 2020. “Pemerintah Aceh bertugas melakukan pembebasan lahan. Pemerintah Pusat menyediakan dana pembangunan fisiknya. Insya Allah, bila tahun depan soal ini tuntas, maka pembangunannya akan segera dimulai,” ujar Fajri.[]

KOMENTAR FACEBOOK