KPPA Aceh Minta Polisi Gunakan UU Perlindungan Anak Dalam Menangani Kasus Asusila di Lhokseumawe

Oknum guru dan pemimpin pesantren AN di Mapolres Lhokseumawe, Kamis, 11 Juli 2019. @aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPA) Aceh meminta dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Dayah, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Dinas Sosial saling bersinergi dan serius menangani kasus tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum guru dan pimpinan sekolah berbasis pesantren di Kota Lhokseumawe kepada belasan santri.

Hal ini penting dilakukan sebagai upaya penyelamatan dayah dari aktivitas negatif yang bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya. Selain itu juga untuk memastikan agar kasus serupa tidak terulang kembali.

Khusus untuk Dinas Sosial diminta mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan agar korban mendapatkan rehabilitasi.

“Penyelamatan daya penting dilakukan dengan mengambil alih pengelolaan dayah dan membersihkan dayah dari pelaku dan yang terkait. Termasuk melakukan revisi struktur pengurus dayah,” ujar Komisioner KPPA Aceh, Firdaus D. Nyak Idin, kepada aceHTrend, Jumat (12/7/2019).

Selain tiga instansi di atas, Majelis Permusyawaratan Ulama juga diminta perlu melakukan tindakan terkait gelar keagamaan yang disandang oleh pelaku.

Firdaus juga meminta agar polisi memublikasikan identitas pelaku secara luas agar masyarakat bisa mengetahui identitas pelaku, sehingga ada pengawasan dari masyarakat.

“Kami juga meminta agar kasus ini tidak digiring ke wilayah Qanun Syariat Islam, tetapi menggunakan UU Perlindungan Anak,” ujar Firdaus.

Sedangkan untuk Pemerintah Kota Lhokseumawe, diminta untuk terus memberikan pendampingan kepada korban secara komprehensif.[]

KOMENTAR FACEBOOK