Musannif: Jangan Ada Perlakuan Istimewa untuk Oknum Guru dan Pimpinan Pesantren Cabul

Musannif, politikus PPP Propinsi Aceh, Wakil Ketua Komisi VII DPRA tahun 2014-2019. (Ist)

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru dan pimpinan sebuah sekolah berbasis pesantren di Kota Lhokseumawe mendapat perhatian serius dari anggota DPRA Musannif.

Ia mengatakan, oknum-oknum tidak bertanggung jawab seperti itu ada dan terjadi di mana saja. Namun ia sangat menyayangkan bila tindakan asusila yang tidak terpuji seperti itu justru terjadi di lembaga pendidikan yang notabenenya mengajarkan praktik dan nilai-nilai kebaikan.

“Kalaulah di tempat-tempat pendidikan seperti itu bisa terjadi hal-hal yang memalukan seperti ini, apalagi di tempat-tempat yang memang memberi ruang bagi orang untuk melakukan maksiat,” ujar Musannif kepada aceHTrend, Jumat (12/7/2019).

Oknum-oknum yang melakukan tindakan cabul seperti itu katanya harus mendapatkan hukuman berat.

“Tak boleh ada perlakuan istimewa. Harusnya malah lebih berat. Ini juga menyangkut korbannya anak-anak didik kita yang pastinya mengalami trauma yang panjang,” ujar Musannif.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum guru dan pimpinan sebuah pesantren di Kota Lhokseumawe melakukan perbuatan asusila terhadap belasan santri lelakinya. Kejadian itu diketahui setelah salah satu keluarga korban melaporkan ke Polres Lhokseumawe. Saat ini Pemko Lhokseumawe juga telah membekukan seluruh aktivitas di lembaga tersebut. Para peserta didik akan dialihkan ke sekolah lain.[]

KOMENTAR FACEBOOK