Pemko Lhokseumawe Bekukan Seluruh Kegiatan Pesantren AN

@aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe resmi membekukan seluruh kegiatan di sekolah berbasis pesantren AN sejak Kamis (11/7/2019) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemko Lhokseumawe, Muslem, saat dihubungi aceHTrend melalui telepon, Jumat (12/9/2019), menyebutkan pembekuan kegiatan itu dilakukan hingga proses investigasi mendalam selesai dilakukan oleh tim Pemko Lhokseumawe.

Pembekuan itu dilakukan seiring dengan ditangkapnya AL dan MY, pimpinan dan guru pesantren tersebut  oleh penyidik Polres Lhokseumawe terkait dugaan kasus perbuatan asusila.

“Kami mendengar bahwa ada santri yang sudah keluar dan tak mau lagi melanjutkan pendidikan di situ. Maka itu pemerintah harus hadir dan segera merespons,” kata dia.

Para santri yang akan pindah ke pesantren atau sekolah lain akan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Seluruh aset pesantren itu juga akan dijaga oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe agar tidak dirusak oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

“Hari ini rencana kami datangi lokasi pesantren. Kita lihat kondisi detail aset dan lain sebagainya. Ini proses investigasi terus dilakukan, memastikan agar santri tidak dirugikan,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK