Kupi Kocok Lameu Destinasi Wajib Bagi Pecinta Kopi dan Lemang di Pidie

Telur kocok Lameu @aceHTrend/Mirza Safwandi

Bagi Anda yang sedang berpelesiran melintasi pesisir timur, rasanya belum lengkap bila melewati Pidie tanpa singgah ke Kupi Kocok atau yang populer dengan Kupi Boh Manok Weng Simpang Lameu, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.

Warung yang dikelilingi oleh jambo-jambo kecil itu menurut pengakuan pemiliknya didirikan sebelum Darurat Militer Aceh, belakangan ini menjadi destinasi kuliner yang ramai dikunjungi oleh masyarakat, khususnya para pecinta kopi dan lemang. Lemang adalah makanan yang berbahan dasar beras ketan, melalui proses beras yang telah dibumbui kemudian dibakar sampai dengan matang.

Membuat lemang ternyata tidak mudah, butuh beberapa waktu untuk menunggu makanan tersebut dapat di sajikan.

“Lemang normalnya dibakar selama dua jam dengan api yang tidak terlalu besar, paling cepat satu jam setengah,” ungkap Iskandar, pemilik warung Kupi Kocok Lameu kepada aceHTrend, Minggu (14/7/2019).

Iskandar sedang memanggang lemang

Dalam sehari menurut Iskandar, warungnya dapat menghabiskan 130 sampai dengan 150 batang bambu lemang. Kupi kocok Lameu memang tidak menggunakan alat manual lagi, alasannya dapat memakan waktu yang relatif lama, begitupun rasa tidak terlalu kentara berbeda, karenanya Kupi Kocok Lameu menggunakan mixer untuk menggocok telur sebelum dicampur dengan kopi. Iskandar dapat menghabiskan 300 sampai dengan 400 butir telur dalam sehari.

Di warungnya ia dibantu oleh seorang istri dan anak-anaknya. Tampak Mirja (16) sedang menyeduh kopi yang sebelumnya telah diaduk dengan sebutir telur. Ia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara.

Remaja yang masih duduk di kelas 1 ini, merupakan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)1 Kota Bakti, Pidie. Sedari kecil Mirja telah membantu kedua orang tuanya untuk berjualan, ia begitu lihai meracik kopi kocok yang konon di percaya pria dewasa dapat menambah vitalitas.

Lemang yang diolesi kopi kocok menjadi pilihan cara menikmati

Selain nikmat, dari segi harga kopi kocok dan lemang Simpang Lameu masih dalam jangkauan radar keuangan. Cukup merogoh kocek 14.000 rupiah Anda yang datang berdua dapat menyeruput kopi kocok dan menikmati lemang yang dihidangkan masih dalam keadaan panas.

Dari pantauan aceHTrend pengunjung yang datang rata-rata dari luar Pidie, bahkan ada yang datang dari luar Aceh. Kupi Kocok Lameu memang beda, rasa yang menggoda dan jarak tempat nun jauh dari hiruk pikuk kota menjadi daya pikat tersendiri. Bagi Anda yang penasaran silakan mencoba. []

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK