Besok KKR Aceh Gelar RDK Korban Pelanggaran HAM di Lhokseumawe

Konferensi KKR Aceh di Lhokseumawe, Senin, 15 Juli 2019 @aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh akan menggelar Rapat Dengar Kesaksian (RDK) Korban Pelanggaran HAM selama dua hari di Lhokseumawe. RDK tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung DPRK Aceh Utara di Lhokseumawe, Selasa-Rabu (16-17/7/2019).

“Rapat Dengar Kesaksian ini untuk mendengarkan suara korban, mengupayakan rekonsiliasi, serta merekomendasikan pemulihan dan pemberian reparasi kepada para korban,” kata Ketua KKR Aceh, Afridal Darmi, saat gelar konferensi pers di Gedung DPRK Aceh Utara, Senin sore (15/7/2019).

Dalam RDK itu pihaknya menghadirkan 7 penyintas konflik dari Aceh Utara dan Lhokseumawe pada hari pertama. Dilanjutkan kesaksian 9 penyintas lainnya pada hari kedua.

“Kita hanya sebatas itu, soal ke pengadilan HAM atau tidak itu adalah kewenangan Komnas HAM untuk menyelesaikan segala dugaan penyiksaan yang terjadi selama masa konflik Aceh,” ujarnya.

Afridal menjelaskan, KKR Aceh merupakan lembaga negara non-struktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh dan Qanun Aceh Nomor 17 Tahun 2013 tentang KKR Aceh.

Menurut Afridal, pemilihan lokasi di Aceh Utara berdasarkan luas wilayah kejadian dan banyaknya korban. RDK ini yang kedua kalinya setelah yang pertama digelar di Banda Aceh pada 27-28 November 2018 yang menghadirkan 14 korban pelanggaran HAM.

“Tindak lanjut hasil dari RDK pertama saat ini sudah kita buat dan direkomendasikan untuk dilakukan reparasi dalam tahap awal, dan RDK ini menjadi alat untuk memperdengarkan kebenaran,” ujar Afridal.

Dalam konferensi pers itu turut dihadiri Komisioner KKR Aceh, Evi Narti Zein, Ainal Mardiah, Mastur Yahya, Fuadi Abdullah, dan Muhammad Daud Berueh.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK