Penentuan Sekda Aceh Masih Menunggu Hasil Kajian Tim Kemendagri

Mendagri Tjahjo Kumolo @kompas/Moh Nadlir

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Tiga nama calon Sekda Aceh yang diajukan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, hingga kini belum ditetapkan. Akibatnya jabatan Sekda Aceh akan semakin lama dipegang oleh Helvizar Ibrahim selaku Plt.

Di level Pemerintah Aceh, ketidaan Sekda definitif membuat roda organisasi pemerintahan lumayan keteteran. Salah satunya adalah terancamnya pembangunan 6000 unit rumah dhuafa tahun 2019, karena belum kunjungnya direvisi Pergub Nomor 81 Tahun 2017 yang diteken oleh Irwandi Yusuf. Pada tahun 2018, oleh karena pergub itu pula, sebanyak 4.142 unit rumah dhuafa batal dibangun oleh Perkim dan dinsos Aceh. Sehingga dana Otsus sebanyak Rp359,374 miliar menjadi tidak berdayaguna untuk rakyat miskin yang membutuhkan quick response.

Oleh sejumlah pihak, keberadaan Sekda Aceh yang definitif dinilai sebagai kunci untuk berjalannya roda Pemerintahan Aceh secara normal. Sebagai atasan tertinggi ASN, Sekda Aceh definitif memiliki peran besar mengatur kelancaran roda pemerintahan.

Menjawab aceHTrend, Senin (15/7/2019) Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa hingga saat ini tiga nama calon Sekda Aceh yang diajukan Nova Iriansyah masih menunggu hasil kerja Tim Penilai Akhir (TPA).

“Usulan tiga calon Sekda Aceh masih menunggu sidang Tim Penilai Akhir (TPA),” kata Tjahjo Kumolo.

Pada kesempatan tersebut Mendagri juga mengatakan ia tidak bisa memberikan limit kapan proses itu akan selesai.

“Tentang berapa lama prosesnya, belum bisa janji,” katanya.

Perlu diketahui, pengkajian lewat Tim Penilai Akhir (TPA), dilakukan setelah Gubernur menyaring terlebih dahulu tiga calon yang disodorkan ke Presiden. []

KOMENTAR FACEBOOK