Dituding Sebabkan SiLPA Aceh, Anggota DPRA Desak Kepala Bappeda Aceh Mundur

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Anggota DPRA Asrizal H. Asnawi minta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Propinsi Aceh untuk mengundurkan diri dari jabatannya, karena menjadi pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya SiLPA APBA 2018 sebanyak 3,2 triliun. Tahun 2019, kondisi yang sama juga berpotensi tidak akan jauh dari angka tersebut.

Kepada aceHTrend, Rabu (17/2019) Asrizal mengatakan bahwa Kepala Bappeda Aceh, Kepala TP2K merangkap Asisten II dan Inspektorat Aceh untuk meletakkan jabatan.

“Saya meminta kepada Kepala Bappeda,TP2K merangkap Assisten II & Inspektorat Aceh untuk mundur atau meletakkan Jabatan, jika Anda punya rasa malu.Anda bukan ahlinya,” kata Asrizal.


Ketika ditanya mengapa hal tersebut disampaikan olehnya, Asrizal mengatakan merekalah yang selama ini tidak becus bekerja dan menyebabkan kondisi Aceh tidak kunjung membaik.

“Inilah orang-orang penyebab SiLPA Aceh 2018 3,2T. Tahun 2019 belum tentu lebih baik dari 2018,” katanya.

Dikutip dari website Sekretariat Kabinet, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Aceh berada pada nomor urut tiga daerah dengan SiLPA besar tahun 2018. Melihat raport merah itu, Tjahjo Kumolo memerintah setiap daerah (termasuk Aceh) untuk menggenjot penyerapan APBD.

“Rata-rata SiLPA provinsi kita masih triliunan, hampir Rp20 triliun untuk seluruh provinsi,” kata Tjahjo di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Ia menilai agak aneh karena menghabiskan anggaran masih sulit, “Ini menunjukan bahwa perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan program tidak berjalan dengan baik. Ini tolong dicermati,” tegas Mendagri.