IMM Abdya Soroti Pembelian Mobil Dinas Pejabat

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Pembelian mobil dinas baru Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang menyedot anggaran sebesar Rp1.018 miliar dari sumber APBK Abdya tahun anggaran 2019 mendapat sorotan dari mahasiswa. Pemkab Abdya juga mengusulkan 16 unit mobil dinas lainnya dalam APBK-P 2019 senilai Rp7,5 miliar.

Mobil dinas baru yang diusulkan oleh Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) Abdya dalam dokumen APBK Perubahan tersebut, 3 unit di antaranya akan diperuntukkan bagi para pimpinan DPRK, 9 unit untuk para camat, dan 3 unit lagi untuk SKPK.

Menanggapi persoalan itu, Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Abdya, Munawir, menilai pembelian mobil dinas baru Bupati Akmal Ibarim senilai Rp1 miliar lebih dan wacana pembelian mobil dinas lainnya yang menyerap anggaran hingga Rp7,5 miliar tersebut merupakan suatu pemborosan.

Sebab, katanya, ada hal-hal penting lainnya yang harus dituntaskan oleh Bupati Akmal Ibrahim dan wakilnya Muslizar MT dalam masa periode lima tahun masa jabatan. Apalagi, tambah Wahyu, pasangan Akmal-Muslizar ini saat pilkada dulu mengusung slogan “mengembalikan harapan rakyat”.

“Dalam misi, visi Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati ada disebutkan terkait peningkatan mutu pendidikan, tentu dalam meningkatkan mutu itu juga tidak terlepas dari adanya penyaluran beasiswa untuk mahasiswa, apalagi mahasiswa yang kurang mampu. Namun anehnya untuk beasiswa enggak ada anggarannya, tapi kok untuk beli mobil dinas baru yang mencapai miliaran rupiah malah ada. Jadi, harapan rakyat atau harapan pejabat yang ingin dikembalikan oleh Pak Bupati Akmal dan Pak Muslizar?” ujarnya.

Munawir mengatakan, dalam 10 program andalan Akmal Ibrahim juga adanya program santunan melahirkan dan santunan kematian. Santunan kematian ini, katanya, akan diterima oleh ahli waris setelah tiga hari seseorang itu meninggal.

“Ada hal-hal urgen lainnya yang harus diselesaikan dan dituntaskan, jika memang ada niat mengembalikan harapan rakyat. Program-progran andalan itu merupakan janji bapak dengan rakyat yang harus bapak selesaikan dalam masa jabatan ini. Masih banyak mahasiswa Abdya yang kurang beruntung dan memerlukan sentuhan pemerintah. Apa salahnya pembelian mobil itu dikurangkan jumlahnya, selebihnya diperuntukkan bagi beasiswa,” tegas Munawir.

Dirinya menyebutkan, dengan sisa masa jabatan pemerintahan Akmal-Muslizar, hendaknya membangun Kabupaten Abdya ini dengan ikhlas dan mengutamakan kepentingan rakyat. Apalagi, sebutnya, proses pilkada sudah selesai, maka sudah seharusnya bupati dan wakil bupati terpilih menjadi sosok yang menyejahterakan rakyat secara kolektif.

“Kami selaku mahasiswa mendukung penuh jika program bupati dan wakil bupati berpihak kepada rakyat, namun kami juga akan menentang jika program dan kebijakan itu merugikan rakyat. Sebab kami juga sadar, pemerintah itu perlu untuk kami dorong secara bersama-sama dalam melakukan pembangunan demi terwujudnya masyarakat makmur dan sejahtera,” pungkas Munawir.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK