Qurban untuk Dhuafa dan Akhirat

Oleh Malek Azis*

Berqurban ajang investasi dunia akhirat yang kekal untuk kita petik di akhirat nanti. Berqurban juga rasa syukur kita cara mendekatkan diri kepada Allah Swt yang telah diberikan nikmat berlimpah di atas Dunia ini. Akan tetapi, berkurban bukanlah hal yang mudah kita lakukan artinya membutuhkan biaya untuk membelinya seeokor kambing untuk satu orang atau pun satu ekor sapi untuk tujuh orang. Bagi kaum muslim yang memiliki ekonomi yang lebih, berkurban sangatlah mudah, akan tapi bagi kaum yang berpenghasilan rendah tentunya sangat menentukan.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibn Majah dari Abu Hurairah, Artinya : “Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda: barangsiapa yang mempunyai kelapangan (mampu) untuk berqurban tapi tidak dilakukannya, maka janganlah dia dekat-dekat ke tempat kami bersembahyang ini.” Ucapan Rasulullah itu mengandung suatu nada peringatan untuk kita, bahwa ibadah qurban itu adalah sede­mikian penting, sehingga hukumnya seolah-olah mendekati hukum wajib, tegasnya buat orang-orang yang mampu, yang telah di­limpahkan rezeki oleh Allah SWT kepada mereka.

Mengenai hewan yang diqurbankan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Dari Jabir bin Abdullah ra. berkata : kami pernah melakukan qurban bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun Hudaibiyah dengan seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang.” (HR. Muslim). Maka dengan itu, kita boleh berkurban dengan satu ekor unta atau sapi untuk tujuh orang sekalian. Dalam hadist lain lain disebutkan sedangkan satu ekor kambing atau domba hanya boleh untuk satu orang saja.

Waktu menyembelihnya qurban sesudah mengerjakan shalat hari Raya Idul Qurban atau Hari Raya Haji sampai pada akhir hari tasyri’ 13 Zulhijjah. Adapun dasar-hukum dari qurban itu, antara lain disebutkan dalam al-Qur’an yang artinya “Maka sembahlah Tuhanmu dan berqurbanlah.“QS. al-Kautsar ayat 2. Berdasarkan firman Allah SWT itu, maka sebagian ulama berpendapat bahwa melaksanakan ibadah qurban itu hukumnya adalah wajib bagi tiap-tiap muslim yang mampu. Akan tetapi, ulama yang terbanyak (jumhur ulama) ber­pendapat bahwa hukumnya ialah sunnat muakkad, yaitu sunnat yang sangat dianjurkan. Derajatnya lebih tinggi daripada sunnat yang biasa, nilai pahalanya pun lebih besar.

Mengenai batas usia minimum hewan qurban yang dianjurkan yaitu Kambing yang sempurna berusia 1 tahun dan masuk usia 2 tahun atau Domba yang sempurna berusia 6 bulan dan masuk bulan ke-7. Sapi yang sempurna berusia 2 tahun dan masuk tahun ketiga. Sedangkan unta sempurna umurnya berusia 5 tahun, masuk tahun ke-6. Juga dianjurkan untuk memilih jenis hewan yang sehat lagi sempurna artinya tidak memiliki cacat.

Maka dengan itu, mari kita yang memiliki kemampuan lebih dalam ekonomi untuk melakukan qurban di hari Raya Idul Adha ini. Terkadang mareka yang ekonomi rendah bila sampai hari raya Idul Adha sangat jarang membeli daging di hari meugang, karna mengingat ada daging qurban yang dibagikan di kampung halamannya atau pun di salah satu instansi. Akan tetapi, bila di kampung tersebut memiliki banyak orang yang mampu berkurban tapi tidak melakukannya maka sangatlah terpukul bagi masyaraat miskin yang tidak sanggup membeli daging di hari Meugang.

Wallahua’lambishshawaab.

*)Sekretaris Lajnah Dakwah Dayah Raudhatul Qur’an Tungkob Darussalam. Mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

KOMENTAR FACEBOOK