Manfaatkan Curah Hujan, Petani Abdya Pacu Bajak Sawah

Petani Gampong Ie Lhop, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya sudah muali melakukan pembajakan sawah. @Ist

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir dimanfaatkan petani di Gampong Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan untuk membajak sawah mereka. Selama ini petani menunda membajak sawah mereka karena mengalami kekeringan.

“Alhamdulillah, dalam beberapa hari terakhir ini hujan sudah mulai turun, jadi sangat cocok jika kami membajak sawah untuk mengejar program tanam padi serentak masa tanam gadu 2019,” ungkap Ketua Kelompok Tani Sabe-Sabena Gampong Ie Lhob Kamaruddin, Senin (22/7/2019).

Kamaruddin mengatakan, sudah sepuluh tahun lebih petani di desanya menggunakan traktor untuk membajak sawah. Selama ini kata dia petani belum menggarap sawahnya karena saluran irigasi tidak teraliri air. Ketika musim kemarau sawah-sawah di sana mengalami kekeringan.

Namun, katanya, sejak tiga hari terakhir ini hujan pun mulai turun dan para petani mulai memacu membajak lahan sawah agar tidak ketinggalan dengan kecamatan lainnya yang sudah memasuki tahap penyemaian benih.

“Tadi pagi Keujruen Blang (lembaga adat sawah) sudah memberikan pengumuman melalui pengeras suara meminta semua petani segera garap sawah, karena sudah turun hujan,” paparnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Produksi pada Dinas Pertanian, Abdya, Darwis saat dikonfirmasi awak media mengatakan, pengolahan lahan sawah pada musim tanam (TM) gadu 2019 di Abdya kini sudah mencapai 60 persen dari total area mencapai 10 ribu hektare lebih di sembilan kecamatan.

Untuk lahan sawah di Kecamatan Blangpidie dan Kecamatan Susoh, rata-rata petani sudah selesai melakukan tahap pengolahan. Bahkan sudah memasuki tahap penanaman seperti di Gampong Blang Dalam, dan sejumlah gGampong lainnya.

“Berdasarkan laporan yang saya terima dari Bidang Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA), bahwa luas lahan sawah yang sudah selesai pengolahan sekitar 60 persen, baik membajak dengan traktor milik pemerintah maupun dengan milik swasta,” katanya.

Darwis mengaku, proses tanam padi MT gadu di Abdya mengalami sedikit keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan, sebab dilanda musim kemarau, sehingga beberapa wilayah yang kekurangan air terpaksa menunda proses pengolahan lahan sawah milik mereka.

“Sekarang semua lahan sawah sudah proses pengolahan. Jadi, kita berharap proses membajak ini lancar, supaya target kita awal Septembar 2019 ini semua lahan sawah sudah ditanam padi oleh petani di gampong-gampong,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK