18 Penghuni LPKA Terima Remisi Hari Anak Nasional

Kepala LPKA Banda Aceh Ridha Ansari @aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh memberi remisi bagi 18 Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) bertepatan dengan Hari Anak Nasional hari ini, Selasa (23/7/2019).

Dari total 23 Andikpas di LPKA, lima lainnya tidak mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman karena usia mereka sudah di atas 18 tahun, tetapi mendapat pembinaan di LPKA.

Kepala LPKA Kelas II Banda Aceh, Ridha Ansari, kepada wartawan mengatakan, dari 18 Andikpas yang mendapatkan pengurangan masa hukuman tersebut, satu di antaranya bebas, karena mendapat remisi satu bulan, setelah menjalani masa hukuman selama lima bulan di LPKA. Untuk masing-masing Andikpas mendapat satu bulan remisi.

“Saru orang bebas setelah mendapat remisi Hari Anak Nasional, setelah mendapat remisi satu bulan, habis hukumannya, hak remisinya sama dengan orang dewasa, cuma untuk Hari Anak Nasional khusus anak saja, jadi anak ada tiga kali remisi dalam satu tahun,” katanya.

Sementara untuk orang dewasa dalam setahun hanya mendapat dua kali remisi, yaitu remisi umum pada hari kemerdekaan RI dan remisi khusus pada hari-hari besar tertentu. Dari 23 penghuni LPKA, hanya satu anak yang berasal dari Banda Aceh.

“Untuk kasus yang terjadi pada anak-anak ini, semua kasus ada, kecuali teroris dan korupsi, yang lainnya semua ada, yang paling dominan asusila,” jelasnya.

LPKA ini kata dia sudah beroperasi selama 1,8 bulan dan berupa bangunan terbuka tanpa pagar tembok seperti lazimnya lembaga pembinaan lainnya. Namun kata dia, tidak ada satu pun anak-anak penghuni LPKA yang mencoba melarikan diri dari sana. Bahkan, anak-anak yang sudah bebas pun tak jarang sering kembali lagi ke sana untuk silaturahmi.

“Mereka kembali karena kangen ke tempat ini, di samping mereka telah memiliki keluarga angkatnya. Bahkan petugas sempat menyuruh mereka pulang, mungkin karena mereka merasa nyaman di sini dibanding bersama keluarga mereka, karena di sini selain mereka sejajar, lalu diberikan perhatian khusus, sementara di keluarganya tidak ada perhatian khusus,” jelasnya.

Di LPKA, anak-anak itu diterapkan sistem pola orang tua asuh. Empat anak diasuh oleh dua petugas, satu perempuan dan satu pria.

“Jadi keluh kesah mereka, bisa dicurahkan ke orang tua asuh, sehingga mereka betah di sini,” kata Ridha Ansari.

Menyambut HAN 2019, pihaknya juga menyelenggarakan beberapa kegiatan seperti lomba olahraga, lomba membaca ayat pendek, dan lainnya. Para peserta yang menang juga mendapatkan hadiah sebagai penghargaan atas usahanya untuk tampil.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK