Dalam Menegakkan Hukum, Kejaksaan Gunakan Dua Pola Ini

Bupati Akmal Ibrim (kanan) saat menerima cindera mata dari Kajari Abdya, Abdur Kadir (kiri). @acehtrend/Masrian Mizani.

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Abdur Kadir menegaskan, dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum, lembaga kejaksaan tetap bekerja secara profesional dan independen.

Hal itu diungkapkan Abdur Kadir dalam peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 di halaman kantor Kejari Abdya di Blangpidie, Senin (22/7/2019).

“Sebagai pelaksana pemerintah di bidang penuntutan, kami bekerja secara profesional, dan bersifat independen. Tidak terpengaruh, independen, dan tidak boleh dipengaruhi oleh pihak mana pun dalam menjalankan tugas,” ujar Abdur Kadir.

Ia menjelaskan, dalam membangun pranata konstruksi hukum di Kabupaten Abdya, ada dua pola yang dilakukan kejaksaan, yaitu pencegahan dan penindakan. Pola pencegahan ini, katanya, memiliki instrumen tersendiri, yaitu dikenal dengan Jaksa Pengacara Negara (JPN) di bidang perdata dan Tata Usaha Negara. Kejaksaan juga ada Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang sedang booming, misalnya dalam hal pengawasan Dana Desa.  

“Dalam membangun hukum, kejaksaan tidak mesti harus menindak sebenarnya, sebab, kalau semua persoalan ditindak, maka seluruh lembaga pemasyarakatan tidak tertampung. Tapi ada instrumen yang harus kita ketahui bersama, itu namanya azas premium-remedium. Jadi, ada administratifnya, makanya undang-undang sudah mengatur, misalnya kalau ada temuan, maka dalam jangka 60 hari harus di selesaikan, itu premium administratif,” paparnya.

Namun, lanjutnya, pada saat aparat penegak hukum sudah masuk ke dalam administratifnya, maka kewajiban aparat hukum untuk menindak.  Jadi, kedua kewenangan tersebut dilakukan jaksa secara profesional.

“Kedua-duanya kami gunakan supaya tindakan-tindakan pelanggaran hukum dapat dicegah, tujuannya kita bangun hukum untuk kemaslahatan umat manusia agar terhindari dari perbuatan penyimpangan,” katanya.

Amatan aceHTrend, acara tersebut turut dihadiri Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, bersama seluruh unsur Forkopimkab Abdya, Ketua PN Abdya, Ketua Pengadilan Mahkamah Syariah, dan tamu undangan lainya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK