MaTA: Penegak Hukum Perlu Usut Proses Pembelian Mobil Dinas Baru Bupati Abdya

Alfian MaTA (Foto : acehterkini)

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian menyebutkan, pembelian mobil dinas baru Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) seharga Rp1.018 miliar dari sumber APBK Abdya tahun anggaran 2019 perlu diusut oleh penegak hukum. Apalagi, kata Alfian, anggaran pembelian mobil merk Nissan Elgrand tersebut mencapai RP1 miliar lebih.

“Yang pertama secara anggaran kan tergolong sangat tinggi, dan itu juga termasuk mobil mewah kan. Secara etik, sebenarnya tidak patut kepala daerah menggunakan mobil super mewah dengan kondisi daerah hari ini, artinya kondisi masyarakatnya. Kemudian, itu juga bagian dari pemberosan keuangan daerah,” ungkap Alfian saat ditanyai sejumlah wartawan dari Blangpidie, Rabu (24/7/2019).

Alfian menjelaskan, proses pembelian mobil super mewah tersebut harus dilakukan secara tender. Jika pembeliannya tidak dilakukan melalui tender, maka ada yang salah dalam proses pembelian tersebut.

“Artinya ada yang mau otak-atik. Maka, kalau itu ada indikasi pelanggaran hukum diproses tendernya, ya perlu diusut,” tegas Alfian.

Alfian menambahkan, batasan pekerjaan penunjukan lansung nilainya di bawah Rp200 juta. Jika melebihi nilai tersebut maka harus dilakukan proses tender dalam kegiatan itu. Apalagi sudah mencapai Rp1 miliar lebih.

“Kalau itu tidak dilakukan proses tender, maka menyalahi aturan dia, karena apalagi anggarannya satu miliar lebih. Batasan tender kan di atas 200 juta, jadi kalau memang prosesnya itu tidak ada tender, maka tidak ada khilafiyah yang bisa membenarkannya,” jelas Afian.

Dirinya berharap penegak hukum di Kabupaten Abdya untuk memastikan proses pembelian mobil dinas bupati Abdya tersebut agar tidak berdampak pada kewibawaan penegak hukum di daerah itu.

“Jadi kita berharap penegak hukum di daerah, baik polisi dan jaksa perlu memastikan itu, sehingga tidak terjadi pelanggaran hukum, karena kalau misalnya praktik pelanggaran hukum ini dibiarkan, ini juga akan berindikasi besar terhadap kewibaan polisi dan jaksa di Kabupaten Abdya,” pesan Alfian.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK