Matang Cot Paseh Gelar Pemilu Kepala Dusun

Keuchik Gampong Matang Cot Paseh Turmazi (berbaju batik) dan PPUKD gampong setempat. (Ist)

ACEHTREND.COM, Bireuen-Panitia Pemilihan Umum Kepala Dusun (PPUKD) Gampong Matang Cot Paseh, Kecamatan Peusangan, menggelar pemilihan umum kepala dusun, Minggu (28/7/2019) yang dipusatkan di halaman meunasah.

Ketua PPUKD Ibnu Hajar, dalam rilisnya kepada aceHTrend mengatakan, dari empat dusun yang ada di gampong tersebut, jumlah calon yang maju sebanyak sembilan orang. Total pemilih yang menggunakan hak pilihnya sekitar 70% dari total 380 DPT di Matang Cot Paseh.

“Alhamdulillah acara berjalan sukses. Seleksi kami lakukan dengan sangat ketat. Semua tahapan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Bahkan sempat terjadi kekosongan calon, karena ada yang maju tapi tidak lulus uji baca Quran. Sehingga harus dilakukan penjaringan bacalon sekali lagi,” ujar Ibnu Hajar.

Hasil pemilihan, terpilih Suhardi untuk Kepala Dusun Imum Kandang, Nurisman Kepala Dusun Lampoh U, Hendra Gunawan Kepala Dusun Teungku Banta, Rizki Maulana Kepala Dusun Paya Rangkuluh.

Empat orang kepala dusun terpilih, (ki-ka) Hendra Gunawan, Nurisman, Rizki dan Suhardi. (Ist)

Hal menarik dalam pemilihan ini, untuk Dusun Paya Rangkuluh, warga mayoritas memilih Rizki Maulana, lajang berusia 22 tahun, sebagai pemimpin mereka.

Keuchik Gampong Matang Cot Paseh Turmazi MHD, secara terpisah mengatakan walau ia memiliki hak prerogatif untuk memilih perangkat gampong, tapi ia ingin terbangunnya demokrasi seluas-luasnya di Matang Cot Paseh.

Dengan terlaksananya Pemilihan Umum Kepala Dusun (PUKD), warga bisa menentukan pilihannya sendiri. Sehingga antara kepala dusun dan warga memiliki keterikatan batin. “Tujuannya untuk membangun kekompakan dan rasa tanggungjawab. walau kadus adalah perangkat di bawah keuchik, tapi mereka juga tidak boleh jauh dari warga dusun yang dipimpinnya,” ujar Turmazi.

Dalam kesempatan itu Turmazi juga mengatakan, terpilihnya Rizki Maulana juga sebagai bentuk pesan tersirat dari warga bila pemimpin tidak mesti harus berusia tua. “Tentu yang bersangkutan di awal-awal akan memiliki banyak kendala tentang adat istiadat dan lain sebagainya. Tapi saya kira, di sinilah fungsi tetua kampung, membimbing dan mendampingi. Tugas keuchik juga melakukan pembinaan aparatur baik melalui pelatihan maupun diskusi informal yang bisa dilakukan kapan saja,” tutup Tumarzi. []

KOMENTAR FACEBOOK