Banda Aceh akan Punya Qanun Rencana Detail Tata Ruang

Anggota DPRK Banda Aceh Irwansyan @aceHTrend/Hendra Keumala

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh akan membahas Rancangan Qanun (Raqan) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Banda Aceh.

Hal ini disampaikan anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, Senin (29/7/2019).

Menurutnya qanun ini merupakan turunan dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang masih terlalu luas. Ia mengatakan, sudah lima tahun ditunggu namun tidak kunjung disahkan karena memang pemerintah pusat menginstruksikan RDTR boleh disusun setelah RTRW direvisi.

“Kenapa ini direvisi karena banyak pengembangan dan perubahan wilayah, misalnya ada kecamatan yang sudah bergabung dengan Banda Aceh, pecah kembali. Jadi hal hal seperti ini butuh revisi,” kata Irwansyah.

Irwansyah menambahkan, sebelum melangkah pada pembahasan qanun harus disinkronkan terlebih dahulu agar dapat rekomendasi teknis dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

“Jadi kemarin kita sudah mendapatkan rekomendasi teknis itu. Ke depan bagaimana memastikan rekomendasi teknis itu bisa dimasukkan ke qanun dan bisa disahkan,” sebut Irwansyah

Dalam qanun ini ada beberapa hal nantinya yang diatur, bagaimana pusat-pusat bangunan baru yang kemudian akan segera muncul di Banda Aceh itu disesuaikan dengan Qanun RDTR.

Ia mencontohkan, misalnya ada pendirian Transmart, ini merupakan sebuah hal yang positif dipandang dalam hal investasi, perputaran roda ekonomi. Namun bagaimana Transmart ini nantinya dibangun di RDTR yang cocok.

Demikian juga bila ingin membangun pusat zikir internasional di Ulee Lheue, jangan sampai menggangu RTH dan sebagainya. Ini semua harus dipastikan mumpung belum dibangun dan masih tahap perencanaan.

“Kemudian bagaimana melakukan penataan Simpang Tujuh Ule Kareng, karena sudah sangat semraut, karena kawasan ini merupakan salah satu pintu keluar menuju bandara. Jangan sampai Ulee Kareng terlalu macet. Makanya butuh pendataan, makanya ini harus dipastikan masuk dalam RDTR,” tutur Irwansyah.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK