Save Asnawi Luwi

Rumah Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia, yang dibakar OTK.

Oleh Muhajir Juli*

Nyaris saja Asnawi Luwi dan keluarganya, terpanggang dalam kobaran api. Alhamdulillah, warga sigap bergerak. Ia dan keluarga selamat. Rumah dan harta benda hangus diamuk api yang disulut oleh seseorang.

Asnawi adalah pekerja pers pada Harian Serambi Indonesia untuk wilayah liputan Aceh Tenggara. Ia menetap di Kampung Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala, Aceh Tenggara. Seseorang sekitar pukul 01.30 WIB, Selasa (30/7/2019) menyulut api untuk membakar rumah sang jurnalis.

Asnawi adalah jusrnalis yang dikenal kritis dan kerap mewartakan ketimpangan pembangunan, dan berbagai tindak pelanggaran di Aceh Tenggara. Mungkin, para penjahat sudah jengah atas tindak-tanduk Asnawi. Mungkin, para penjahat sudah ingin menghilangkan kerikil dalam sepatu. Mungkin, mereka menganggap Asnawi adalah kerikil.

Serangan dan upaya pembunuhan terhadap Asnawi dan keluarga, bukan hanya serangan terhadap personal dan Harian Serambi Indonesia. Itu serangan terhadap kedaulatan pers serta upaya meneror pekerja penegak pilar ke empat demokrasi. Para pelaku mencoba mengirim pesan” Hei para jurnalis! jangan macam-macam kalian. kami bisa melakukan apapun!”

Kekerasan terhadap pekerja pers adalah perbuatan bar-bar dan tidak berperadaban. Kekerasan terhadap pekerja pers adalah upaya pembungkaman paksa terhadap pers kritis.

Pers kritis tidak boleh mati. Jurnalis kredibel tidak boleh punah. Pers kritis tidak akan mati. Jurnalis kritis tidak akan punah. Ibarat kata pepatah: patah satu, tumbuh dua.

Save Asnawi Luwi!

*)Penulis adalah CEO aceHTrend.

KOMENTAR FACEBOOK