Simeulue Jadi Sentra Pengembangan Kelapa Nasional

@Antara Foto

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Kabupaten Simeulue menjadi pusat sentra kawasan pengembangan kelapa nasional untuk wilayah Aceh yang difokuskan di kawasan barat selatan Aceh. Ini merupakan program “keroyokan” yang melibatkan enam lembaga sekaligus, di antaranya Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan.

Staf Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag, Riffa, saat dikonfirmasi aceHTrend membenarkan perihal program tersebut. Hanya saja, yang menjadi leader untuk program ini merupakan Kementerian Pertanian yang mempunyai tugas utama untuk replanting (tanam ulang/peremajaan) tanaman. Namun setelah sempat melakukan rapat tahun lalu, ia mengaku tidak mengetahui perkembangan selanjutnya karena komandonya ada di Kementerian Pertanian.

“Nah setelah replanting itu nanti untuk industrialisasi produk akan dilakukan oleh Kementerian Perindustrian, sedangkan kami di Kementerian Perdagangan bertugas untuk pemasaran,” kata Riffa, Selasa (30/7/2019).

Dari Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag sendiri bertugas mencari potensi komoditas apa yang terbaik untuk dikembangkan dan itu sudah selesai dilakukan. Tahun 2018 katanya, pihak-pihak yang terlibat dalam program ini sudah melakukan rapat di Jakarta.

Sementara itu kata Riffa, Senin pekan lalu Bupati Aceh Jaya sudah beraudiensi dengan pihak Kementerian Perdagangan di Jakarta. Hasil pertemuan tersebut, Aceh Jaya diharapkan bisa berpartisipasi dalam Join Trade Expo Indonesia di Jakarta pada Oktober 2019. Selain itu, pihak Aceh Jaya juga disebutkan mengundang pihak-pihak yang terlibat untuk datang ke Aceh Jaya.

Terkait hal ini, Sekretaris Bappeda Kabupaten Simeulue yang merangkap sebagai Plt Kadis Pertanian, Zulfata, saat dihubungi aceHTrend Senin siang mengatakan bila di Kabupaten Simeulue saat ini terdapat 7 ribu hektare perkebunan kelapa yang masih produktif. Bupati Simeulue juga sudah menetapkan program sejuta kelapa dengan mempersiapkan 7 ribu hektare lahan lainnya untuk replanting. Kondisi ini sangat tepat bila Simeulue dijadikan sebagai pusat sentra pengembangan kelapa nasional untuk wilayah barat selatan Aceh.

“Di Simeulue ada beberapa usaha berbasis kelapa seperti pabrik tepung kelapa yang sekarang sudah jadi komoditas ekspor. Itu lokasinya di Kecamatan Teupah Selatan. Malah bahan bakunya sekarang juga dipasok dari Blangpidie Abdya dan Nias,” kata Zulfata, Senin (29/7/2019).

Di sana juga terdapat pabrik virgin coconut oil atau VCO. Pihaknya kata Zulfata pernah membina usaha masyarakat untuk program kelapa terpadu dengan mengolah santannya menjdi VCO, tempurungnya menjadi briket, dan produk turunan berupa asap cair dan natadecoco.

“Itu dulu dilaksanakan berbasis komunitas masyarakat yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga, hanya saja masih terkendala dengan kualitas yang belum standar. Tetapi untuk yang produksi nonrumah tangga, VCO kita sudah dijual ke mana-mana,” kata Zulfata.

Terkait rencana program pengembangan kelapa ini, Zulfata membenarkan bila sudah digelar beberapa kali rapat sejak tahun 2018. Bahkan ada yang dilakukan di Banda Aceh. Dalam rapat-rapat tersebut kata dia, terus didorong agar Simeulue menjadi pusat pengembangan kelapa nasional.

Dari sisi potensi katanya, Simeulue memang sangat potensial untuk pengembangan kelapa. Untuk mendukung langkah tersebut di Simeulue juga sudah dibentuk Koperasi Desa Agro.

“Simeulue ini dulunya dikenal dengan Pulau U atau Pulau Kelapa karena memang sangat bagus tumbuh kelapa di sini, produktivitasnya bagus, kualitasnya juga bagus dan menjadi tanaman endemik di Simeulue. Bila kedua program ini berjalan hasilnya sangat bagus untuk menggerakkan ekonomi rakyat karena bisa memperluas lapangan kerja,” katanya.

Selain itu kata Zulfata, bila program ini berjalan maka bisa menjadi bagian dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Teluk Surin di Abdya.

Sementara itu, Pemkab Aceh Jaya sudah melakukan action plan dengan mendata luas lahan yang akan ditanami kelapa nantinya. Pihaknya juga terus mendorong agar masyarakat mengembangkan kelapa untuk memenuhi kebutuhan lokal.

“Kami sudah membentuk tim akselerasi pembangunan Aceh Jaya, bagaimana komoditas prospektif ini kita kembangkan. Karena itu kita harus memiliki data yang akurat terlebih dahulu,” kata Staf Ahli Bupati Aceh Jaya Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Azhari, kepada aceHTrend, Senin (29/7/2019).

Pemkab Aceh Juga juga sedang menyusun roadmap pengembangan komoditas andalan di daerah itu seperti kopi robusta, nilam, serai wangi, dan kelapa.[]

KOMENTAR FACEBOOK