60 Ton Minyak Ilegal Dimusnahkan di Aceh Timur

ACEHTREND.COM, Idi Rayek – Polres Aceh Timur bersama Kejaksaan Negeri (Kajari) setempat memusnahkan barang bukti berupa 60 ton minyak mentah ilegal di Gampong Alue Bu, Kecamatan Peureulak Barat, Kamis (1/8/2019).

“Barang bukti itu merupakan hasil sitaan sejumlah sumur minyak tradisional di Kecamatan Rantau Peureulak dan sebagian lagi yang dijual warga tanpa izin,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Dwi Arys Purwoko melalui keterangan tertulis yang diterima aceHTrend.

Dia menjelaskan, barang bukti minyak mentah itu berasal dari sejumlah perkara yang telah dilimpahkan Polres Aceh Timur ke Kejaksaan Negeri Aceh Timur, dan sebagian sudah ada yang  telah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Idi Rayek.

“Totalnya minyak mentah itu ada 300 drum atau 60 ton, sedangkan tersangka dalam kasus ini divonis beravariasi mulai 1,5 tahun hingga dua tahun,” sebutnya.

Dia menambahkan, sebelumnya semua barang bukti itu semula dititipkan di gudang Gardu PLN Idi yang berlokasi di Gampong Paya Bili.

“Namun gudang tersebut akan digunakan oleh pihak PLN maka kami berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Aceh Timur dan Pengadilan Negeri Idi maka disepakati untuk dimusnahkan,” katanya.

Dia mengimbau, masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan ilegal baik pengeboran maupun pengangkutan dan menjual minyak mentah itu. Setelah dimusnahkan, ditandatangani berita acara pemusnahan oleh perwakilan Polres Aceh Timur, Kejaksaan Negeri Aceh Timur, dan Pengadilan Negeri Aceh Timur.[]

Editor : Ihan Nurdin