Pembuktian Taqwa

Oleh Muhajir Juli*

1 Agustus 2019, Propinsi Aceh telah memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) baru. dr.Taqwallah,M.Kes., yang dipilih oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo. Taqwallah dilantik oleh Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah,MT., di Aula Serbaguna Sekretariat Daerah.

Taqwa adalah sosok ASN yang diperkenalkan ke publik sebagai individu pekerja keras, konsisten, bersih–tidak terlibat kejahatan penyalahgunaan anggaran– anti suap dan juga memiliki sikap loyal kepada pimpinan di atas rata-rata. Juga memiliki rekam jejak religius yang mumpuni.

Tapi, semua kemasyuran itu, segera akan diuji oleh waktu. Kini, Taqwallah adalah orang paling depan sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kesuksesan semua program pembangunan yang telah disusun dalam RPJM Aceh. Ia adalah yang berdiri di garda depan menyukseskan 15 program Aceh Hebat.

Beberapa waktu lalu, Rektor Unsyiah Prof. Dr. Samsul Rizal,M.Eng, pernah mengatakan bila pembangunan Aceh saat ini sedang mengalami anomali. Hasil yang dituai tidak sebanding dengan uang yang dihabiskan.

Dengan uang yang triliunan, Aceh masih saja nyaman sebagai daerah paling miskin se Sumatera serta nomor urut enam se Indonesia. Padahal bila melihat jumlah anggaran daerah, Aceh adalah propinsi yang paling banyak memiliki APBA–karena ditopang DOKA– di luar Pulau Jawa. Femikian juga dengan indeka SDM Aceh. Masih berada di urutan 26 bila merujuk kualitas hasil lulusan SMA.

Dalam catatan saya, berdasarkan hasil reportase mendalam, ada dua hal paling besar yang selama ini menjadi masalah dalam birokrasi Aceh. Pertama adalah etos. Kedua, perencanaan yang dinilai oleh banyak orang sangat centang perenang. Di sinilah kompetensi dan integritas Taqwallah diuji. Akankah ia mampu mengobati penyakit birokrasi tersebut. Selain juga harus membangun komunikasi politik dengan DPRA yang selama ini sudah sangat memburuk.

Di atas semua keunggulan Taqwa, ada satu “penyakit” personal Taqwallah yang sudah saya buktikan sendiri. Yaitu tidak mampu–bisa jadi enggan– membangun komunikasi dua arah.Tiap kali dihubungi, Taqwa tidak mengangkat telepon. Di WA pun hanya sebatas dibaca, tanpa dijawab. Bahkan untuk selanjutnya tak lagi dibuka.

Kini, sebagai Sekda, Taqwa tidak bisa lagi demikian. Karena yang bersangkutan sudah berapa satu strip di bawah Gubernur Aceh. Dia adalah sosok kunci yang tidak bisa memposisikan diri sebagai “silent man”.

Pekerjaan besar sudah menanti dan harus segera dikerjakan. Mampukah ia menjadi bumper bagi Pemerintah Aceh di bawah kendali Nova Iriansyah? . Akhirnya, welcome to jungle. Selamat bekerja dan semoga mampu melaksanakan tugas dengan baik. Ujian dimulai.

*)Penulis adalah CEO aceHTrend.

KOMENTAR FACEBOOK