Dosen ISI Padangpanjang Membedah Buku Antologi Puisi Karya Ansar Salihin

ACEHTREND.COM, Sigli– Buku Antologi Puisi Emun karya Ansar Salihin diluncurkan dan dibedah oleh penyair nasional dan Dosen Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Dr. Sulaiman Juned, Jumat (2/8/2019) di salah satu kedai kopi Kota Sigli, Aceh.

Peluncuran buku yang diinisiasi Rhoh Intertaimen di samping dihadiri para penulis dan mahasiswa, juga para penggiat sanggar seni di Sigli.

Informasi yang diterima AceHTrend, Ahad (4/8/2019), buku Emun merupakan buku Antologi Puisi hasil pemenangan sayembara penulisan nasional yang digelar FAM Indonesia Tahun 2018.

Kemudian puisi-puisi itu, diterbitkan secara gratis FAM Publishing dengan nomor ISBN 978-602-335-477-1.

Dijelaskan, buku yang berisi 100 judul puisi itu, merupakan hasil konstelasi, renungan, dan ditulis secara intens oleh Ansar Salihin atau acap disapa dengan Win Ansar selama enam tahun.

“Ya, buku puisi ini saya tulis selama enam tahun Ketika saya aktif di Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang Sumatera Barat,” tutur pria kelahiran Buntul Kepies, Bener Meriah ini.

Dr. Sulaiman Juned sang pembedah buku menyebutkan, buku Emun yang dalam bahasa Gayo berarti embun, merupakan kumpulan puisi karya Ansar Salihin yang dibagi menjadi tiga periode pembuatan.

50 persen isi puisi tersebut mengupas pengalaman pribadi penulis. Sedangkan 50 persen lainnya menyajikan tentang realitas sastra.

“Puisi Win Ansar sarat dengan tema naturalis, sejarah, politik, religius, humanis, sosial, dan sebagainya. Pokoknya puisi yang digarap Ansar ini, sangat kompleks,” ungkap Sulaiman Juned.

Sulaiman Juned berkisah, pertama kali bertemu dengan Win Ansar tahun 2010, tatkala Ansar masuk kuliah di ISI Padangpanjang.

Kemudian mahasiswa yang menimbah ilmu pada Prodi Kriya bidang Pemahatan ini, bergabung bersama Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang.

Di sanalah, kata Sulaiman, Ansar digembleng berpuisi sekaligus menulis puisi dan berteater. Karena kemauannya untuk belajar dan tak pernah bosan, dalam Komunitas Seni Kuflet, talenta menulis puisi Ansar Salihin mulai terasah.

“Lalu, kemampuan itu, ia asah terus menerus. Akhirnya, melahirkan buku puisi tunggal dan puluhan buku antologi bersama baik nasional maupun luar negeri,” jelas Sulaiman Juned.

Sementara koordinator acara Zulfan mengungkapkan, diskusi ini sengaja mendatangkan Dr Sulaiman Juned dari ISI Padangpanjang.

Kedatangannya ke Sigli di samping pulang kampung, ia didaulat untuk membedah dan meluncurkan buku Emun karya bernas dari Ansar Salihin.

Selanjutnya, peserta yang hadir bersama Sulaiman Juned berdiskusi tentang proses kreatif dalam karya sastra.

“Melalui kegiatan ini diharapkan ke depannya akan hidup kegiatan literasi di Pidie. Baik dalam bentuk diskusi, workshop, maupun event lainnya. Sehingga melahirkan penulis-penulis puisi atau sastrawan yang mumpuni di Pidie,” pungkas Zulfan.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK