Akademisi Unaya Sebut Kepala BPKS Tak Bisa Pilah Prioritas

Wakil Rektor I Unaya, Usman Lamreung. @ist

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Kritikan dari Jaringan Aspirasi Rakyat (JARA) yang disampaikan juru bicaranya, Muhammad Nur, terkait absennya Plt Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) saat kunjungan Duta Besar India Pradeep Kumar ke Sabang berbuntut panjang.

Sorotan yang sama juga disampaikan Wakil Rektor I Universitas Abulyatama (Unaya), Usman, MSi yang menilai Plt Kepala BPKS tidak bisa membedakan skala prioritas, karena lebih memilih menghadiri forum Solusi untuk Aceh (SuA) di Unsyiah.

“Dari alasan Plt Kepala BPKS Razuardi tersebut terlihat bahwa yang bersangkutan tidak mampu membedakan skala prioritas. Tugas utama Kepala BPKS itu kan menghidupkan Free Port Sabang dengan dunia investasi, ini kok malah mau rambah kerja lain di seluruh Aceh. Kalau itu alasannya lebih baik yang bersangkutan mundur dari BPKS dan urus soal kemiskinan saja. Alasan yang tak masuk akal,” ujar Usman melalui keterangan tertulis yang diterima aceHTrend, Kamis (8/8/2019).

Baca: Penjelasan Kepala BPKS Mengapa Absen saat Kedatangan Dubes India di Sabang

“Saat Dubes India dan investor datang ke Sabang, malah Kepala BPKS menghindar dan pergi ke tempat lain, dan diwakilkan pada orang lain. Ini sangat aneh. Padahal Presiden Jokowi dan Plt Gubernur Nova Iriansyah sudah sangat serius mau bangun Sabang. Kalau wali kota Sabang tidak mendampingi dubes dapat dipahami karena sedang sakit dan diopname,” ungkap Usman lagi.

Usman meminta Plt Kepala BPKS dan para deputinya agar lebih serius membangun Sabang di sektor Free Port (pelabuhan bebas) dan Free Trade Zone (perdagangan bebas).

Baca: Walikota Sabang Sedang Sakit, JARA Diminta Jangan Asbun

“Saya dengar SDM deputi dan direktur yang luar biasa di BPKS tak dimanfaatkan dengan optimal. Padahal mereka itu adalah tim manajemen yang bersifat kolektif. Kalau SDM internal masih kasak-kusuk, bagaimana mau jadikan Sabang sebagai The Real Free Port dan Free Trade Zone,” kata Usman.

Usman meminta agar semua pihak di Aceh, khususnya di BPKS, agar mewujudkan obsesi Presiden Jokowi dan Plt Gubernur Nova Iriansyah untuk Sabang agar meninggalkan legacy (warisan) yang monumental.

Baca: Absen Saat Dubes India ke Sabang, JARA Nilai Kepala BPKS Tak Serius Bangun Pulau Weh

“Pembangunan Rumah Sakit India di Sabang dan perdagangan bebas dengan India diharapkan segera terwujud dan menjadi proyek monumental yang membekas sepanjang masa. Tidak perlu ke luar negeri untuk cari investor, investor India bersama dubesnya sudah datang ke tempat kita,” pungkas Usman.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK