DPRA Rencanakan Pembentukan Pasar Khusus Perempuan dari Ekonomi Lemah

@aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Wakil Ketua II DPRA T. Irwan Djohan petang kemarin menerima kunjungan sejumlah kaum perempuan yang berasal dari kalangan ekonomi lemah. Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Serbaguna DPRA itu membicarakan bagaimana solusi untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Amatan aceHTrend, para perempuan tersebut terlihat ada yang membawa anaknya. Dalam kesempatan itu Irwan Djohan menjelaskan terkait rencana pembentukan pasar yang dikhususkan untuk para perempuan ekonomi lemah tersebut nantinya.

T. Irwan Djohan kepada wartawan mengatakan, ia telah mendengar segala keluh kesah dari para perempuan tersebut, terutama dari mereka yang berstatus sebagai orang tua tunggal atau janda. Menurutnya solusi atas permasalahan itu ialah dengan membuat pasar yang operasionalnya dikhususkan bagi mereka yang memiliki persoalan ekonomi.

“Saya banyak bertemu dan mendengar keluh kesah dari kaum perempuan, tentang kehidupan dan perekonomian mereka, saya kira ini sesuatu yang sangat sulit dicarikan solusi, kemudian saya berpikir bagaiman solusi untuk menjawab persoalan mereka,” kata Irwan Djohan usai menerima audiensi dari mereka.

Ia menjelaskan, setelah mencari berbagai informasi untuk menemukan solusi terkait persoalan kaum perempuan tersebut, dan ditemukan mengenai adanya pasar bagi kaum janda di Arab Saudi.

“Dari informasi yang saya dapat itu di Arab Saudi, di sana ada pasar khusus janda, maka saya pikir ini cocok untuk menghidupi perekonomian kaum janda,” kata Irwan.

Menurutnya, di pasar ini mereka akan diberikan tempat berjualan, dilatih cara pembukuan, dan diberikan bantuan permodalan, serta dibebaskan dari iuran bulanan.

“Pasar janda ini nantinya juga dapat menjadi destinasi wisata, dan menjadi tempat bagi masyarakat kita untuk menjual produknya di pasar ini, sehingga dampak ekonominya akan cukup baik bagi masyarakat,” katanya.

Sebelum pasar ini diwujudkan kata Irwan, pihaknya mengundang terlebih dahulu para perempuan tersebut untuk mendengarkan masukan dari mereka.

“Saya undang mereka untuk memberikan pemikiran mereka, syarat dari mereka supaya konsepnya menjadi matang, sehingga bisa direalisasikan sesuai dengan harapan,” katanya.

Untuk realisasinya sendiri belum bisa dijadwalkan, lantaran harus dimatangkan dulu konsepnya, karena masih banyak tahapan yang harus diselesaikan terlebih dulu.

“Saya belum bisa jawab kapan realisasinya karena masih ada tahapan seperti tanah harus ada lebih dulu, kemudian baru pemerintah turun tangan untuk membangun sarananya, maka tanah dulu yang akan kita cari di seputaran Banda Aceh,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK