Gelar Open House, Wabup Pidie: Iduladha Refleksi Perkuat Silaturrahim dan Saling Berbagi

ACEHTREND.COM, Sigli – Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, terlihat tersenyum, saat ia menyalami satu per satu tamu yang bertandang ke kediamannya di Pendopo Wakil Bupati Pidie kota Sigli, Senin (13/8) malam.

Didampingi istrinya, Wikan Wistihartati, orang nomor dua di Kabupaten Pidie ini terlihat semringah tatkala bercengkerama dengan tamu yang hadir. Kali ini, tamu yang bertandang merupakan komunitas disabilitas Pidie.
 
“Ini momen yang sangat luar biasa karena saya kedatangan tamu istimewa, yaitu saudara kita dari komunitas disabilitas,” ujar Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud.
 
Fadhlullah menjelaskan, momen perayaan Iduladha 1440 H mengajarkan banyak pelajaran berharga. Salah satunya adalah bagian dari pendidikan karakter, bagaimana rasa kepedulian dan rasa solidaritas antarsesama dengan penuh keihlasan. Menurutnya, perayaan hari raya Iduladha dan kurban sebagaimana yang diperintahkan Allah Swt kepada Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail adalah keikhlasan.

“Ini sebagai momentum dan sekaligus refleksi kita untuk memperkuat tali silaturahim dengan prinsip saling berbagi, artinya kita diajarkan agar saling tenggang rasa terhadap nasib saudara-saudara kita yang masih banyak membutuhkan uluran tangan dan perhatian kita,” ujar Fadhlullah TM Daud.

Fadhlullah menambahkan, semangat berkurban haruslah menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie. Pasalnya, berkurban merupakan simbol kepedulian antarsesama untuk saling berbagi.

Ini juga mengajarkan bagaimana makna soal pendidikan karakter tentang ketaatan sosial di mana terjalinnya komunikasi antara si kaya dan si miskin. Ia berharap, rasa keikhlasan dan pengorbanan Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail harus benar-benar menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang sekitarnya.
 
“Makna yang terkandung di balik prosesi kurban ini sangat banyak sekali. Salah satunya bagaimana Allah Swt menguji iman dan komitmen Nabiyullah Ibrahim yang mengikhlaskan putra tercintanya, Nabi Ismail untuk dikurbankan. Ini semata-mata menguji nyali dan iman Nabi Ibrahim yang kemudian Allah menggantikannya dengan seekor domba. Secara filosofis ini bermakna bahwa, rasa keikhlasan dan ketaqkwaan kita menjadi modal utama untuk meraih karunia dan rahmat Allah di hari kelak,” ujar Fadhlullah TM Daud.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK