Uji Keamanan, Apple Tawarkan Rp 14 Miliar Bagi Peretas iPhone

Ilustrasi @thesweetsetup

Apple akan memberikan US$ 1 juta (setara Rp 14 miliar) kepada peretas yang dapat membobol perlindungan keamanan iPhone dari jarak jauh. Apple memiliki program hadiah untuk para peretas yang bisa membobol keamanan perangkat Apple yang dimulai pada 2016 dengan hadiah US$ 200 ribu (setara Rp 2,8 miliar).

Kepala keamanan Apple Ivan Krstic mengumumkannya dalam gelaran konferensi keamanan teknologi Black Hat di Las Vegas, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. “Peretas akan memiliki kesempatan untuk memenangkan pembayaran yang lebih besar dalam waktu dekat ini,” kata Krstic, dikutip Cnet, baru-baru ini.

Dengan meningkatnya pelanggaran keamanan, CEO Apple Tim Cook menyebut privasi sebagai hak asasi manusia, dan menegaskan bahwa Apple serius untuk tidak mengumpulkan informasi pribadi dan menjaga 2 miliar pelanggannya di seluruh dunia aman dari peretas.

“Ini bukan sesuatu yang baru saja kami mulai minggu lalu, ketika kami melihat sesuatu terjadi. Kami sudah melakukan ini selama bertahun-tahun,” ujar Cook kepada MSNBC.

Apple bukanlah perusahaan satu-satunya yang menawarkan imbalan kepada peretas, meskipun perusahaan lain menawarkan jauh lebih sedikit. Saingan Google pada Juli lalu mengumumkan pihaknya menawarkan US$ 30 ribu (setara Rp 420 juta) kepada orang-orang yang dapat menemukan kekurangan di browser Chrome-nya.

Apple ingin memudahkan distribusi mereka, untuk membantu mencegah peretas berbalik dan menjual kerentanan apa pun kepada peretas yang menawarkan harga lebih tinggi dari Apple.

“Sejumlah Apple iPhone yang mudah diretas akan didistribusikan tahun depan kepada siapa saja yang dapat menemukan bug di perangkat,” tutur Krstic. “Kami ingin menarik para peneliti luar biasa yang telah fokus pada platform lain.”[] Sumber : Tempo

KOMENTAR FACEBOOK