Kasus Teror Asnawi Jalan di Tempat ?

Asnawi Luwi

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia biro Aceh Tenggara mempertanyakan hasil penyelidikan kasus pembakaran rumah miliknya. Kasus memilukan itu menimpa Asnawi dan keluarga pada pada Selasa, 30 Juli 2019 lalu sekitar pukul 01.30 WIB.

Hal itu disampaikan oleh Asnawi Luwi ketika dihubungi oleh aceHTrend melalui sambungan WhatsApp, Rabu (14/08/2019).

“Kasus ini sudah berjalan selama 15 hari, tapi belum ada progres ke arah pengungkapan,” ungkap Asnawi dengan nada pesimis.

Asnawi berharap pihak kepolisian segera memangil pihak-pihak yang diduga ikut berada di balik kasus itu. Masih menurut Asnawi, keterangan telah diberikan dalam dua kali pemeriksaan. Keterangan itu menurutnya dapat menjadi pentunjuk dalam pengungkapan kasus teror ini.

“Sudah terang benderang saya jelaskan ke penyidik bahwa peristiwa ini bersinggungan dengan kerja saya sebagai jurnalis, ini terkait pemberitaan,” terang Asnawi menduga.

Ia yakin Kepolisian bisa menemukan titik terang atas kasus yang menimpanya. “Insyaallah saya yakin dengan teknologi yang dimiliki kepolisian dapat mengungkap kasus ini,” kata Asnawi Luwi kembali optimis.

Sebelum peristiwa terjadi, rumah milik Asnawi pernah didatangi oleh seseorang yang mengendarai sepeda motor memakai plat dinas, berambut cepak dengan tinggi badan sekitar 170 cm.

Kebetulan saat itu, Asnawi sedang berada di Banda Aceh. Karena tidak mengenal dengan tamu itu, Lisnawati, istri Asnawi menanyakan maksud kedatangan pria itu. Kepada Lisnawati pria berjaket hitam itu menanyakan keberadaan suaminya.

Lisnawati tidak menaruh curiga, ia mengatakan jika memang penting silakan menghubungi nomor kontak suaminya. Saat itu ia turut memberikan nomor HP milik Asnawi kepada pria yang tidak dikenalnya.

Tidak lama setelah kejadian itu, rumah milik Asnawi berikut dengan harta benda seperti satu unit mobil Honda Mobilio hangus dibakar OTK. Beberapa pihak mensinyalir peristiwa itu bukan hanya menyasar rumah Asnawi, malainkan ada agenda yang lebih besar, adalah pembunuhan berencana.

Asnawi memang dikenal sebagai jurnalis kritis, ia tidak segan menulis segala bentuk kejahatan yang terjadi. Ia mengaku terbiasa dalam ancaman. “Saya sudah biasa diancam, selama kebenaran yang saya tulis saya bertawakal kepada Allah,” katanya dengan lirih.

Begitupun, Asnawi masih terus berharap kepolisian mengungkap kasus yang menimpa dirinya, ia juga meminta kepada pelaku untuk menyerahkan diri. “Sejujurnya saya telah memaafkan, saya hanya menuntut keadilan, pelaku harus tahu kejahatan memiliki konsekuensi hukum, menyerahlah sebelum tirai kejahatan ini tersingkap,” pinta Asnawi.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rahmad Hardeny Yanto Ekosahputro SIK, saat dihubungi wartawan aceHTrend melalui teleponnnya, Rabu sore (14/8/2018) mengaku bila pihaknya masih harus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang ada. Sejauh ini pihaknya telah memeriksa 11 saksi.

“Saat ini kasus masih dalam tahap lidik, kita sudah memeriksa 11 orang saksi terkait dengan kasus ini,” katanya.

Rahmad mengaku pihaknya sedang berupaya mengungkap pelaku pembakaran tersebut. Hanya saja hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari laboratorium forensik (Labfor) terkait kasus dugaan pembakaran rumah Asnawi tersebut.

“Kita masih menunggu hasil Labfor. Kita akan menuntaskan secepatnya jika ada bukti lengkap dari para saksi,” pungkasnya.

Sudah lima belas hari peristiwa biadab ini menjadi pemberitaan seantero negeri, tidak tampak tanda-tanda kemajuan dari pengungkapan kasus ini. Apakah kasus ini akan berjalan di tempat?[]

KOMENTAR FACEBOOK