Klaim Kebenaran Tunggal Dapat Memicu Aksi Radikal

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Klaim kebenaran tunggal dan menolak mengakui adanya pemahaman yang berbeda dapat menjadi pemicu utama munculnya aksi radikal (radikalisasi) dalam masyarakat.

“Kemuculan kelompok yang mengklaim kebenaran tunggal biasanya dilatarbelakangi oleh pemahaman agama yang setengah-setengah melalui proses doktriner, literal (tanpa penafsiran, red) dalam memahami teks agama serta lemah wawasan sejarah dan sosiologi,” ungkap Prof Dr M Hasbi Amiruddin MA dalam presentasinya pada kegiatan pembinaan “Deradikalisasi dan Counter Radikalisasi bagi Aktor Pemelihara Kerukunan Umat Beragama, di Hotel Permata Hati, Banda Aceh, Rabu (14/8/2019).

Profesor Hasbi memetakan lima ciri paham radikal yang dapat memicu aksi-aksi radikal, yaitu: klaim kebenaran tunggal; memperberat ibadah yang sebenarnya ringan (sunat, red), seakan-akan wajib; kasar dalam berinteraksi, keras dalam berbicara, dan emosional; mudah berburuk sangka kepada orang lain di luar kelompoknya; mudah mengafirkan orang lain walau sesama muslim.

“Cara mengatasinya adalah perlu kembali ke cita-cita ajaran Islam yang merupakan rahmat bagi sekalian Islam. Setiap amalan umat harus memberi rahmat bagi orang lain dan lingkungan,” tambah Hasbi yang Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Aceh.

Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh

Acara pembinaan yang berbentuk FGD itu dibuka oleh Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh. Dalam sambutannya Daud Pakeh mengharapkan agar tokoh-tokoh umat beragama dapat memberi pemahaman hidup harmonis kepada tokoh masyarakat untuk mencegah munculnya paham dan aksi radikal di Aceh.

Ketua panitia, Rakhmad Mulyana SHI, mengakakan kegiatan pembinaan tersebut diikuti oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh dan 23 Ketua FKUB se-Aceh, serta para pembina masyarakat lintas agama di Kanwil Kemenag Aceh. FGD dipandu oleh Hasan Basri M Nur, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK