MPU Kota Lhokseumawe Dukung Langkah Wali Kota Terkait Pemblokiran PUBG

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe mendukung langkah Wali Kota Lhokseumawe, Suadi Yahya, yang meminta PT Telkom memblokir akses game online PUBG ((Player Unknown’s Battle Grounds) untuk wilayah tersebut.

“Idealnya memang begitu, ulama mengeluarkan fatwa, umara (pemimpin) menjalankannya, jadi kita sangat mendukung langkah Pemko Lhokseumawe,” kata Ketua MPU Kota Lhokseumawe, Tgk Abu Bakar Ismail saat dihubungi aceHTrend, Rabu (14/8/2019).

Dia meminta pemblokiran game online itu harus segera dilakukan. Pasalnya setelah MPU Aceh mengeluarkan fatwa haram permainan online tersebut, hanya Kota Lhokseumawe yang meminta PT Telkom memblokir game tersebut, sementara di daerah lain belum ada yang melakukan langkah serupa.

“Sejauh ini MPU Lhokseumawe telah menyosialisasikan fatwa haram tersebut pada masyarakat. Sehingga, dapat dipastikan mayoritas masyarakat Lhokseumawe mengetahui tentang fatwa haram itu,“ sebut ulama yang akrab disapa Abati Lhok Mon Puteh itu.

Namun tak menutup kemungkinan masih ada warga yang belum mengetahui perihal fatwa haram PUBG.

Ia mengatakan, pemblokiran itu bisa ditindaklanjuti dengan membuat qanun atau perda yang khusus mengatur tentang hal itu. Jadi akan ada sanksi tegas bagi yang nekat melanggarnya.

“Salah satu cara membatasi dengan memblokir PUBG, itu bagus. Kita dukung, namun alangkah baiknya lagi dibuat sanksinya, misalnya sanksinya apa, mari kita pikirkan bersama,” sebutnya.

Untuk memberi sanksi, sambung Abati, Pemerintah Kota Lhokseumawe yang memiliki kekuasaan lewat regulasi peraturan daerah. Jika tidak dibuat peraturan daerah, maka permainan itu bisa jadi masih dimainkan masyarakat.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK