Dogan Spot Coffee, Kafe “Jadul” yang Digandrungi Anak Muda Abdya

@aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Masyarakat Aceh tampaknya tidak dapat dipisahkan dari kopi. Karena itu kedai kopi terus bermunculan di berbagai pelosok negeri yang dijuluki Serambi Mekkah ini. Hal ini menjadi pemandangan unik bagi pendatang yang melihat betapa banyaknya warung kopi di Aceh. Tak hanya di perkotaan, tetapi juga di kampung-kampung.

Tradisi minum kopi ini sudah menjadi kelaziman bagi masyarakat Aceh, baik tua, muda, pria, wanita, miskin maupun kaya. Semua berbaur tanpa sekat-sekat pembatas. Bisa dikatakan, kopi ibarat perekat tali silaturahmi bagi orang Aceh yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Kegemaran masyarakat Aceh dalam minum kopi ini menjadi peluang besar bagi masyarakat sendiri dalam mendongkrak perekonomian. Hal itu terbukti dengan banyaknya muncul pengusaha-pengusaha muda yang memilih memfokuskan diri dalam membuka usaha warung kopi.

Hal itu seperti yang dilakukan Ikram (29), pemuda asal Gampong Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

“Usaha warung kopi ini sangat menjanjikan, sebab tradisi minum kopi di masyarakat kita telah berkembang turun temurun seiring perkembangan Aceh. Apalagi Aceh memiliki dua daerah sentra produksi kopi di Aceh, yaitu Ulee Kareng dan Gayo. Kopi Ulee Kareng yang termasuk jenis kopi robusta dihasilkan dari Kecamatan Ulee Kareng. Sementara kopi Gayo termasuk kelas kopi premium,” ungkap Ikram kepada aceHTrend, Rabu (14/8/2019).

Di kedai-kedai kopi, kata Ikram, umumnya kopi ditawarkan dalam tiga variasi penyajian, yaitu kopi hitam, kopi susu, dan sanger. Kopi hitam dan kopi susu mungkin sudah sering ditemui di daerah-daerah lain di Indonesia, tapi sanger adalah racikan yang khas dan orisinil dari Aceh. 

“Sepintas melihat tampilannya, kopi ini mirip dengan kopi susu. Tetapi yang khas dari sanger adalah komposisi susu dan gulanya yang tidak dominan membuat keharuman dan cita rasa kopinya lebih terasa,” jelas Ikram.

Ia menyebutkan, di Dogan Spot Coffee miliknya tersebut ada beberapa sajian menu kopi yang menjadi andalan, di antaranya gold coffee, kopi mafia, kopi teko, kopi puyu, dan V60. Selain itu, di kafe yang terletak di samping Hotel Grand Louser dan Masjid Muhammadiyah Abdya tersebut juga disajikan menu minuman espresso, sanger esspresso, black arabica, dan ragam jenis minuman ringan lainnya.

“Di sini kita juga ada sediakan minuman Aie Banie produk Samadua, Aceh Selatan. Selain itu kita juga ada sediakan Kopi Mafia sebagai andalan Dogan Spot Coffee,” ujarnya.

Dalam menjalankan usahanya, Ikram yang dikenal sebagai pemuda gigih tersebut dibantu oleh sang istri, Eva, serta sejumlah karyawan lainnya. Dogan Spot Coffee ini baru dibuka oleh Ikram sekitar beberapa minggu lalu. Namun setiap jam kerja, kafe yang memiliki dekorasi dengan konsep jadul ini terus dipenuhi para penikmat kopi, khususnya kaum muda.

“Untuk dekorasinya kita desain berbentuk jadul, baik catnya, lampunya, kursi, meja serta alunan musiknya kita putar musik-musik sendu. Intinya kita ingin memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung, baik dari segi kenyamanan maupun pelayanan bagi pengunjung,” paparnya.

Sementara itu, T. Cut Multazam salah seorang pengunjung tetap Dogan Spot Coffee mengaku tertarik dengan dekorasi dan pelayanan yang diberikan di kafe tersebut. Baginya, menikmati kopi diperlukan kenyamanan tempat dan pelayanan terbaik terhadap pelanggan.

“Menikmati kopi itu perlu ketenangan, dan di sini saya dapatkan ketenangan itu, apalagi pelayanannya sangat bagus. Intinya kita terlayani dengan baik, sebab karyawannya juga murah senyum,” katanya.

Selain itu, sebutnya, cita rasa kopi dan sejenis minuman serta makanan lainnya juga sangat bersahabat lidahnya. Di Dogan Coffee, katanya, juga sangat cocok jika dijadikan sebagai tempat untuk nongkrong dan diskusi bersama teman-teman. 

“Tempatnya adem, tidak terlalu ribut, putaran musiknya juga tidak terlalu keras, dan sangat cocok untuk tempat bertemu dengan teman-teman dalam bercerita,” ulas Multazam.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK