Sejarah Asal Mula Lahirnya Rapai Geleng di Abdya

Syech Nasruddin alias Syech Yong Bujang Juara saat menerima cindera mata dari bupati Abdya, Akmal Ibrahim. @aceHTrend/Masrian Mizani.


ACEHTREND.COM, Blangpidie – Pertunjukan rapai geleng massal yang menampilkan aksi 2.019 penabuh dari perwakilan 152 gampong di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memeriahkan HUT ke-74 kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Abdya, Sabtu (17/8/2019).

Pagelaran kesenian tradisional massal yang berlangsung usai upacara pengibaran bendera Merah Putih di Lapangan Persada Blangpidie tersebut, juga sebagai ajang mempromosikan pada dunia bahwa rapai geleng berasal dari Kabupaten Abdya.  

Pemerintah Abdya melalui Dewan Kesenian Aceh (DKA) Abdya memfasilitasi kesenian tradisional massal yang diikuti oleh 152 gampong dalam sembilan kecamatan tersebut atas permintaan masyarakat untuk menampilkan kesenian rapai geleng massal sebagai ajang membuktikan kepada dunia bahwa kesenian tersebut murni milik kabupaten Abdya.

Apalagi, kesenian ini sudah terkenal ke mancanegara dan sudah banyak diadopsi oleh daerah lain di tanah air.

Menurut keterangan Nasruddin atau lebih dikenal dengan sebutan Syech Yong Bujang Juara, kesenian tradisonal rapai geleng pertama sekali dimainkan di Aceh, yaitu di Gampong Seuneulop, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Abdya pada tahun 1952.

“Kesenian rapai geleng lahirnya di Gampong Seuneulop. Pencipta pertamanya adalah Syech Sulaiman Farisi tahun 1952. Beliau asli warga Seuneulop, Manggeng,” ungkapnya.

Syech Yong menjelaskan, setelah rapai geleng diciptakan oleh Syech Sulaiman Farisi tahun 1952, lalu kesenian tradisonal tersebut turun ke Syech Baharuddin pada tahun 1960. Kemudian Syech Din Tiara 1975, lalu ke Syech Muhammad Johor 1978 dan baru turun kepada dirinya sejak tahun 1979 hingga sampai sekarang.

Syech Yong menambahkan,  kesenian rapai geleng diciptakan oleh Syech Sulaiman Farisi hasil adopsi dari kesenian tradisonal Aceh rapai debus.

“Dari rapai dabus diambil rapai-nya (gendrang) saja. Sementara gelengnya diambil dari dalail khairat, makanya syair-syair yang dilantunkan hampir semuanya mengandung syiar Islam dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw,” jelas Syech Yong.

Is menceritakan, bahwa tim Rapai Geleng Bujang Juara Gampong Seuneulop yang dipimpinnya sudah pernah tampil ke sejumlah negara di kawasan Eropa sejak tahun 1992.

“Tahun 1992 dulu kami tampil di negara Spanyol, kemudian ke Amerika Serikat tahun 1993, lalu tampil di Belanda tahun 1994 dan Australia pada tahun 1995. Kita berharap rapai geleng ini terus dikembangkan di Kabupaten Abdya hingga kedepannya,” pungkas Syech Yong.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK