Ini Saran Komisi DPRK Banda Aceh Terhadap APBK Perubahan 2019

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh telah menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum anggota dewan, serta usul, saran, dan pendapat komisi-komisi terhadap Rancangan Qanun Perubahan APBK Banda Aceh tahun 2019.

Rapat ini berlangsung di Lantai 4 DPRK Banda Aceh dan dipimpin Wakil Ketua DPRK Heri Julius. Setelah pembukaan Heri Julius mempersilakan dari perwakilan Komisi A untuk menyampaikan pemandangan umumnya.

Komisi A DPRK Banda Aceh yang diwakili M. Ali pada kesempatan itu menyampaikan, di antaranya terkait dengan Dinas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh dalam melakukan penertiban Kota Banda Aceh, menyangkut prasarana dan sarana yang belum memadai yaitu tempat penyimpanan barang sitaan.

“Para pegawai juga masih sangat dibutuhkan kami minta pada dinas terkait untuk bisa menambah personil dan juga biaya operasional dalam menjalankan tugas di lapangan,” kata M. Ali dalam rapat paripurna dewan itu, Jumat (16/08/2019).

Sementara Nurlaili, Juru Bicara Komisi B mengingatkan PDAM Tirta Daroy terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat kota Banda Aceh.

Menurut Nurlaili, Komisi B melihat pelayanan PDAM Tirta Daroy sudah lebih baik walaupun belum sempurna namun ini harus dipertahankan menjadi lebih baik, lebih efisien, dan efektif. PDAM Tirta Daroy harus meningkatkan pelayanannya secara terus menerus mengingat jumlah pelanggan juga semakin bertambah.

“Kami berharap PDAM Tirta Daroy benar-benar bisa menyelesaikan masalah air bersih di Kota Banda Aceh menuju kegemilangan, sehingga PDAM Tirta Daroy akan lebih baik dan sejahtera. Selanjutnya dapat memberikan kontribusi bagi Kota Banda Aceh,” kata Nurlaili.

Juru Bicara Komisi C Zulkifli Abdy, dalam kesempatan itu meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banda Aceh agar segera memperbaiki ruas jalan yang berluang. Menurutnya sebagaimana pantauan anggota Komisi C DPR Kota Banda Aceh, masih banyak jalan-jalan di Kota Banda Aceh yang mengalami kerusakan atau berlubang.

Karena itu ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banda Aceh melakukan pemeliharaan atau perbaikan pada jalan-jalan yang berlubang di Kota Banda Aceh.

“Perbaikan jalan jangan dilakukan apabila telah terjadi kecelakaan atau musibah bagi masayarakat Kota Banda Aceh,” kata Zulkifli.

Sementara pandangan terakhir disampaikan Isnaini Husda dari Komisi D, pada kesempatan itu ia menyarankan agar pemerintah kota meningkatkan mutu pendidikan di semua sekolah, tidak terfokus pada sekolah favorit saja. Di antaranya peningkatan kualitas program pendidikan diniyah di sekolah serta melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka pengembangan dan pembinaan kebudayaan di Banda Aceh.

“Di samping itu meningkatkan UKS dengan mendidik siswa untuk menjaga kebersihan dan merehab MCK yang tidak memenuhi standar kesehatan di berbagai sekolah,” kata Isnaini Husda.

Isnaini juga meminta Dinas Pariwisata sebagai penanggung jawab agar ke depan tetap memprioritaskan dan meningkatkan promosi pariwisata terhadap berbagai objek andalan yang berada di kota Banda Aceh, baik melalui media cetak maupun media sosial.

Menurutnya Dinas Pariwisata dapat melakukan perbaikan dan pemeliharaan objek wisata yang ada di kota Banda Aceh, serta menciptakan destinasi wisata baru sesuai potensi yang dimiliki.

“Kami minta Dinas Pariwisata ke depan dapat melaksanakan program peningkatan kesadaran ‘peumulia jame adat geutanyo’ kepada warga kota Banda Aceh, terutama bagi mereka yang terlibat langsung dengan objek wisata,” tuturnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK