Muslizar Sebut Narkoba Bisa Sebabkan Anak Jadi Durhaka

@aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Wakil Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Muslizar MT mengatakan, bangsa yang maju dan berhasil adalah bangsa yang memiliki SDM andal, yakni yang bermental dan berkepribadian baik. Selain itu juga memiliki kesehatan jasmani dan rohani serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga bisa berdaya saing dan produktif.

Selanjutnya, kata Muslizar, generasi muda yang andal juga memiliki rasa persaudaraan, harmoni, dan toleransi tinggi satu sama lain. Jika karakter itu melekat pada sebuah bangsa, maka bangsa tersebut akan maju.

Seiring perubahan zaman, kata Muslizar, di seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia menghadapi ancaman yang sangat serius, yaitu penyalahgunaan dan kejahatan yang berkaitan dengan narkoba. Penyakit sosial dan kejahatan ini sangat mengancam masa depan generasi bangsa serta dapat menimbulkan kegelapan masa depan negeri ini. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat harus bersatu dalam mencegah dan mengatasi penyakit sosial tersebut.

“Narkoba ini sudah sangat meresahkan kita semua, bahkan kerusakan yang dibuat oleh narkoba bukan hanya di kaum mudanya saja, tetapi kaum tua juga tidak kalah ‘hebat’-nya terkait barang haram ini. Jika kita ingin jujur, generasi muda kita yang sudah terpengaruh oleh narkoba itu akan hilang akal sehatnya, bahkan dia akan menjadi anak durhaka terhadap kedua orang tua, sebab tidak ada lagi budi luhur yang tertanam dalam hati anak tersebut,” ungkap Muslizar dalam sambutannya saat peluncurkan Panti Rehabilitasi Narkoba Yayasan Pintu Hijrah di Gampong Kedai Susoh, Senin (19/8/2019).

Orang nomor dua di Kabupaten Abdya itu menambahkan, pengaruh narkoba tersebut juga berdampak negatif dalam kehidupan keluarga. Apalagi, pengguna, pengedar, bahkan bandarnya itu merupakan seorang kepala keluarga.

“Coba bayangkan kalau yang menggunakan barang itu adalah seorang suami, tentu ini sangat berdampak negatif bagi keluarganya. Apalagi si suami ini sudah ketagihan barang tersebut, otomatis segala cara akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhannya, bahkan emas istrinya rela dijual demi barang itu, belum lagi harta benda lainnya. Dan yang paling berpengaruh lagi adalah rentannya terjadi kekerasan dalam rumah tangga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Muslizar mengajak semua pihak untuk saling bahu membahu dalam melakukan pemberantasan narkoba di Kabupaten Abdya secara kompleks dan menyeluruh, artinya secara permanen.

“Harapan besar kita tidak ada putra-putra Abdya yang direhabilitasi di yayasan ini. Namun itu mustahil, sebab kalau kita lihat kenyataannya Abdya hampir tiap hari terjadinya penangkapan terkait kasus narkotika. Bahkan seperti yang kita baca di media, yang ditangkap oleh Polres Abdya itu tidak hanya mereka-mereka yang memiliki kekayaan, tetapi sampai ke petani kita juga sudah menggunakan narkoba, bahkan ada yang sembunyikan barang haram itu di kandang ayam, jadi kami nyatakan Abdya darurat narkoba,” papar Muslizar.

Oleh karena itu, Muslizar mengimbau semua pihak agar bersama-sama memerangi narkoba, tidak terkecuali para camat dan para geuchik untuk menjadikan anak-anak Abdya yang terlibat dalam grup rapai geleng massal sebagai duta narkoba di gampong masing-masing.

“Anak-anak rapai geleng sebanyak 2.019 orang tersebut jadikan mereka sebagai duta narkoba di gampong masing-masing. Sebab target kita kemarin juga menjadikan mereka sebagai pelopor bahaya narkoba di tempat mereka tinggal. Maka kelompok kecil itu mari kita bina untuk menyampaikan kepada pihak lain terkait narkoba ini,” pesan Muslizar.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK