PKPS Kecam Program “Jalan-jalan” Akhir Masa Jabatan DPRK Pijay

ACEHTREND.COM,Meureudu- Khairil Arista, SH., Direktur Pusat Kemanusiaan dan Penguatan Sosial (PKPS) Pidie Jaya,mengecam program “jalan-jalan” anggota DPRK Pidie Jaya, ke sejumlah tempat di Pulau Jawa.

Kepada aceHTrend, Senin (19/8/2019) Khairil mengatakan, menjelang berakhirnya masa jabatan, 20 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya dan 6 orang sekretariat DPRK melakukan pelesiran berdalih kunker ke sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Ke 20 anggota DPRK Pidie Jaya melakukan Kunker ke Kabupaten Bogor dan Ciamis, Propinsi Jawa Barat, selama lima hari. Anggota dewan dan pegawai sekretariat tersebut berangkat pada hari Minggu 18 Agustus 2019 dan kembali Jumaat 23 Agustus 2019.

“Padahal jabatan mereka sebagai anggota dewan berakhir tanggal 25 Agustus 2019. Tugas terakhir mereka adalah menghadiri sidang paripurna istimewa, beragendakan  pengambilan sumpah dan pelantikan 25 anggota DPRK Pidie Jaya masa bakti 2019-2024 pada tanggal 26 Agustus 2019,” ujar Khairil.

Di akhir masa jabatan, kunker tersebut tidaklah berguna bagi daerah. Karena selain hanya sekedar pelesiran dengan dana mencapai Rp200 juta, apapun yang didapatkan di sana, tidak lagi bisa diaplikasikan dalam program ke depan.

“Menurut saya tindakan anggota dewan yang melakukan kunker menjelang berakhir masa jabatan mereka adalah upaya pemborosan anggaran daerah. Sebab agenda 20 anggota dewan selama lima hari di Propinsi Jawa Barat itu, tidak akan dapat diimplementasikan ke masyarakat, karena setibanya kembali ke Pidie Jaya masa jabatan mereka sudah berakhir,” kata Khairil.

Dilihat dari jadwal kepergian para anggota dewan ini, ia menduga bahwa Kunker hanya dijadikan sebagai agenda terselubung supaya dapat menggunakan uang daerah. Padahal sejatinya adalah kegiatan foya-foya dengan uang rakyat.

“Ini bentuk foya-foya dengan uang daerah para anggota dewan di akhir masa jabatannya.”

Ketua DPRK Pidie Jaya Armia Harun, membenarkan kunjungan kerja yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPRK Pidie Jaya.

“Iya, ada anggota dewan yang melakukan kunker dan itu sesuai aturan. Namun tidak semua anggota dewan ikut melakukan kunker ke Bogor dan Cimahi selama lima hari,” jelasnya.

Laporan: Ilhami
Editor: Muhajir Juli

KOMENTAR FACEBOOK