Vonis Bebas 12 Terdakwa Kasus Narkoba, YARA Laporkan Hakim PN Idi ke Bawas MA

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh, Safaruddin SH, melaporkan Hakim Pengadilan Negeri Idi ke Badan Pengawas Mahkamah Agung atas vonis bebas 12 terdakwa dalam kasus narkoba dengan barang bukti 4 kg sabu-sabu.

Adapun majelis hakim tersebut, yaitu Irwandi SH (Ketua Majelis), Khalid SH dan Andi Efendy SH (anggota Majelis). Vonis bebas terhadap 12 terdakwa tersebut 9 di antaranya adalah anggota Satuan Narkoba di Polres Aceh Timur.

Kondisi ini dinilai sangat melukai perasaan dan rasa keadilan masyarakat, khususnya yang menjadi korban dari narkoba. Vonis bebas ini juga dinilai sebagai bentuk tidak adanya dukungan dari para hakim yang dilaporkan ini terhadap program pemerintah yang sangat giat dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Laporan ini merupakan bentuk kekecewaan dan rasa luka terhadap keadilan masyarakat yang di sampaikan kepada kami. Dan kami meneruskan ini dengan melaporkan ke Badan Pengawas Mahkamah Agung sebagai lembaga yang berwenang untuk mengambil tindakan atas perilaku hakim di lingkungan Mahkamah Agung,” kata Safaruddin kepada aceHTrend melalui siaran pers, Selasa (20/8/2019).

Menurut Safar, vonis bebas terhadap terdakwa ini dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan dan putusan ini menjadi sorotan luas di Aceh. Namun karena vonis sudah dijatuhkan maka upaya yang dilakukan untuk menunjukkan keberatan ini menjadi kewenangan Jaksa mengajukan kasasi. YARA hanya melaporkan agar dilakukan pemeriksaan terhadap proses pengambilan putusan dalam kasus ini oleh Mahkamah Agung agar tidak menimbulkan keresahan kepercayaan masyarakat khususnya di Aceh Timur.

“Vonis bebas ini sangat mengejutkan masyarakat, dan dapat menimbulkan rasa ketidakkepercayaan masyarakat terhadap peradilan. Walaupun vonis yang sudah dijatuhkan tidak bisa diganggu gugat kecuali dengan Kasasi oleh Jaksa, tapi kami ingin ada pemeriksaan dari Mahkamah Agung dalam proses pengambilan keputusan oleh hakim yang menyidangkan, dan hasilnya bisa diketahui oleh masyarakat sehingga tidak menimbulkan keresahan kepercayaan terhadap peradilan khususnya bagi masyarakat di Aceh Timur,” jelas Safar.

Pengaduan di Bawas Mahkamah Agung diterima oleh staf Bawas MA, Sanda, pada Senin (19/8/2019). Saat menyampaikan pengaduan tersebut Safar juga didampingi oleh Fakhrirrazi, Yudhistira Maulana, dan Hamdani (Kepala Perwakilan YARA Aceh Barat & Aceh Jaya) dengan melampirkan beberapa kliping media yang menyoroti vonis bebas tersebut.[]

KOMENTAR FACEBOOK