Kasus Gugat Cerai oleh Istri di Abdya Tinggi

Ketua Mahkamah Syariah Blangpidie, Amrin Salim

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Sejak Januari hingga Agustus 2019 kasus perkara gugat cerai di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sudah mencapai 123 perkara. Dalam kasus gugat cerai yang ditangani oleh Mahkamah Syariah Blangpidie tersebut, sebanyak 95 perkara gugat cerai tersebut didominasi oleh kaum istri, sementara kasus gugat cerai talak istri oleh suami hanya 28 kasus.

Ketua Mahkamah Syariah Blangpidie, Amrin Salim mengatakan, tingginya kasus cerai gugat dan gugat cerai talak di Kabupaten Abdya sebagian besar terjadi disebabkan pasangan suami-istri (pasutri) terus menerus berselisih dalam membina rumah tangga. Selain itu, sambungnya, ada juga suami menikah lagi di luar sepengetahuan istri. Kemudian ada juga suami yang tidak bertanggung jawab, pergi lama tanpa ada kabar.

Amrin menjelaskan, semua perkara yang masuk ke Mahkamah Syariah Blangpidie terlebih dahulu dimediasi agar pasutri yang akan bercerai bisa akur kembali.

“Semua penggugat kami nasihati agar rukun kembali melalui mediasi, tapi sebagian besar tidak berhasil, kebanyakan penggugat tetap pada pendiriannya minta perceraian,” paparnya kepada aceHTrend, Rabu (21/8/2019).

Selain perkara tersebut, Mahkamah Syariah Blangpidie juga menangani tiga perkara warisan dan enam perkara pengesahan perkawinan kontensius, sehingga jumlah perkara gugatan sepanjang tahun 2019 mencapai 132 kasus.  

Meskipun mulai beroperasi pada Oktober 2018 lalu, Mahkamah Syariah Blangpidie juga telah menyelesaikan 39 perkara permohonan, berupa pengesahan perkawinan, penetapan ahli waris (P3HP), wali Adhal dan perkara permohonan balik nama buku nikah.

“Jadi, dari total 171 perkara gugatan dan perkara permohonan yang kita terima sejak Januari sampai Agustus 2019 ini, sebanyak 143 perkara di antaranya sudah ada keputusan. Sisanya 28 perkara lagi sedang dalam proses persidangan,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK