Ismail Rasyid, Pengusaha Internasional Asal Matangkuli, Siap Gerakkan KIA Ladong

Ismail Rasyid @aceHTrend/Hasan Basri M Nur

ACEHTREND.COM, Jakarta – Pengusaha transportasi logistik antarnegara (internasional) asal Matangkuli, Aceh Utara, Ismail Rasyid SE, menyatakan siap membantu pembangunan Aceh, terutama di sektor kepelabuhanan.

Dia menyatakan siap ikut membantu mewujudkan visi Aceh Hebat yang dicanangkan Irwandi – Nova dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) 2017-2022.

“Spesialisasi perusahaan kami Trans Continent adalah pelayanan distribusi logistik antarnegara, antardaerah, via pelabuhan dan airport mana pun di seluruh dunia ini. Sesuai permintaan Plt Gubernur Aceh dalam pertemuan dengan pengusaha Aceh di Jakarta, kami siap membantu menghidupkan Kawasan Industri Aceh (KIA) di Ladong,” kata Ismail Rasyid, kepada aceHTrend di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Dalam pertemuan dengan Kasubdid Ekonomi dan Investasi Bappeda Aceh, Aswar Liam, Ismail mengatakan, PT Trans Continent saat ini sedang mempersiapkan segala kebutuhan logistik untuk mengoperasionalkan KIA Ladong, Aceh Besar.

“Di KIA Ladong saat ini sedang kami bangun gudang logistik di atas lahan 10 hektare; 4 hektare untuk pergudangan domestik dan 6 hektare lagi untuk pergudangan ekspor,” ungkap alumnus SMAN Lhokseumawe.

CEO PT Trans Continent Ismail Rasyid (tengah) bersama wartawan aceHTrend (kanan) dan pejabat Bappeda Aceh (kiri)

“Saya akan mengajak beberapa relasi dan mitra saya ke Aceh pada momen ground breaking KIA Ladong pada 31 Agustus ini,” sambung alumnus FE Unsyiah yang juga memiliki perusahaan pengiriman logistik di Australia dan Filipina ini.

Ismail Rasyid mengaku heran kenapa Aceh yang berstatus otonomi khusus dan didukung dana Otsus yang banyak, serta letaknya yang strategis dalam peta dunia tapi tidak ada satu pun pelabuhan yang hidup dan berkembang.

Dia menyarankan, agar pengelolaan kepelabuhanan diserahkan kepada aparatur yang memiliki kapasitas sambil pemerintah menyiapkan segala fasilitas infrastruktur yang standar dan mendata semua komoditi yang hendak diekspor.

Khusus Free Port Sabang dia menyarankan agar pemegang otoritas mengundang pengusaha dari India seperti Tata Motor untuk membangun pabrik zona Asia Tenggara di sana, dengan sendirinya akan ada aktivitas industri dan kesibukan di pelabuhan.

Ismail Rasyid mengaku memiliki jaringan transportasi logistik di semua negara. “Kami juga dituntut untuk menguasai regulasi di semua negara,” pungkas dia.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK