YARA Laporkan Rutan Calang ke Irjen Kemenkum HAM

ACEHTREND.COM, Jakarta – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat dan Aceh Jaya, Hamdani, melaporkan Rumah Tahanan (Rutan) Calang, Aceh Jaya ke Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Pelaporan ini terkait kejadian ditangkapnya salah seorang narapidana atas nama Samsuar alias Juragan oleh Kejaksaan Calang yang kedapatan berkeliaran di luar rutan pada Selasa (20/8/2019). Laporan tersebut diterima oleh Tim Konsultan pada Irjen Kemenkum dan HAM, Made Ruhan.

Dalam Laporannya, Hamdani yang didampingi Direktur Hukum dan HAM Yara Yudhistira Maulana, meminta Irjen Kemenkum dan HAM melakukan pemeriksaan penerapan standar operasional prosedur dalam pemberian izin bagi narapidana/warga binaan.

“Laporan kami ini untuk meminta kepada Irjen Kemenkum HAM agar memeriksa penerapan SOP dalam pemberian izin keluar bagi narapidana/warga binaan. Karena menurut kami ada dugaan pelanggaran SOP dalam penangkapan Samsuardi atau sering disapa Juragan yang sedang menjalani hukuman di Rutan Calang, apalagi yang bersangkutan baru dua bulan menjalani masa hukuman seharusnya belum dapat diberikan izin terlebih dahulu, dan juga tidak adanya pengawalan saat berada di luar,” terang Hamdani melalui keterangan tertulis yang diterima aceHTrend.

Baca: Masih Menjalani Hukuman, Bekas Ketua DPRK Nagan Raya Ditangkap di Luar penjara

Penangkapan Samuardi alias Juragan ini telah menarik perhatian publik dan dinilai dapat berimbas pada kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan di Aceh, khususnya di Calang. Hal ini kata Hamdani, sangat tidak sesuai dengan semangat pengayoman dan maklumat dari Direktorat Pemasyarakatan yang siap melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah diterapkan, juga tidak menjalankan instruksi dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM agar seluruh satuan kerja (satker) di jajaran Kanwil Aceh untuk berkerja melayani dan menjadikan Kanwil Aceh sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

“Penangkapan Juragan oleh Kejaksaan Negeri Calang ini mengejutkan publik di Aceh, sehingga ini perlu perhatian dan tindakan cepat dari Irjen untuk mengungkap kejadian ini. Menurut pantauan kami selama ini, Kakanwil Aceh sangat ketat menjaga pelayanan di lingkungan Kanwil Aceh agar dilaksanakan sesuai dengan SOP,” tambah Hamdani.

YARA juga meminta, jika terbukti terjadi pelanggaran terhadap SOP dalam menjalankan tugasnya terhadap kejadian ini, maka oknum tersebut harus dipecat secara tidak hormat dari Aparatur Sipil dan Negara (ASN) agar sanksi tegas ini menjadi peringatan bagi ASN lain. Khususnya di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM untuk melaksanakan tugasnya dengan baik.

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK