Kapolres Abdya Apresiasi Kehadiran Panti Rehabilitasi Narkoba

Kapolres Abdya Moh Basori SIK @aceHtrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Kapolres Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), AKBP Moh Basori SIK mendukung dan mengapresiasi kehadiran panti rehabilitasi narkoba di Abdya. Keberadaan lembaga ini dinilai sangat urgen mengingat hampir setiap bulan masyarakat Abdya berurusan dengan hukum karena barang haram tersebut.

“Sebagai kapolres saya sangat saya setuju sekali, dan saya memberikan apresiasi terhadap kehadiran panti rehabilitasi narkoba tersebut. Artinya tingkat kepedulian kita terhadap narkoba ini sudah mulai naik dengan adanya panti rehabilitasi narkoba ini,” ungkap Kapolres kepada aceHTrend, Jumat (23/8/2019).

Apabila nanti diketahui ada warga yang sudah terkontaminasi narkoba bisa melaporkan ke pihaknya agar bisa langsung dengan segera dilakukan rehabilitasi.

“Laporkan kepada kami, saya pasti jamin bahwa yang bersangkutan tidak akan kita proses. Misalkan si pengguna ingin berhenti, laporkan saja, pak saya ini pengguna, saya ingin berhenti, ingin bertaubat. Jika sudah ada keterbukaan, saya pastikan akan saya support itu, tentunya dengan penuh kesadaran dari yang bersangkutan,” ujarnya.

Proses rehabilitasi ini, tambah Kapolres termasuk nantinya para tersangka jika yang bersangkutan dinyatakan direhablitasi.

“Jika nantinya ada tersangka yang perlu direhabilitasi, maka kita rehabilitasi terus itu. Tapi bagi tersangka ini ada mekanismenya melalui proses peradilan terlebih dahulu,” jelasnya.

Dengan maraknya penangkapan pelaku penyalahgunaan narkoba di Abdya, Kapolres mendorong setiap komponen masyarakat agar memiliki kepedulian terhadap narkoba, sebab semua komponen masyarakat mempunyai potensi untuk melakukan pencegahan, minimal di lingkungan keluarganya masing-masing.

“Upaya-upaya pencegahan itu bisa dilakukan dalam keluarga kita masing-masing, jika keluarga melihat ada di antara keluarganya yang sudah terkontiminasi narkoba, maka laporkan saja, nanti kita tes urinenya, jika terbukti, maka langsung kita lakukan rehabilitasi,” saran Kapolres.

Sebenarnya, sambung Kapolres, korban dan pengguna ini tidak semuanya sebagai pelaku, tapi dia menjadi korban atas ketidaktahuannya, jadi perlu perlu kira diselamatkan. Sejauh ini, kata Kapolres, dari hasil penangkapan yang dilakukan Satres narkoba, pihaknya sudah merehabilitasi sebanyak tujuh orang pelaku yang diketahui menggunanakan narkoba setelah dilakukan tes urine.

“Waktu itu pihak kita menangkap ketujuh orang pelaku, tapi barang buktinya tidak ada, namun kita tes urine, semuanya positif, kemudian kita undang BNN untuk melakukan rehabilitasi. Dan alhamdulillah keluarga mereka pun merasa senang dengan rehabilitasi tersebut. Artinya kalau itu dibiarkan, sayang juga mereka itu. Maka sebagai bentuk kepedulian kita, mereka langsung kita rehabilitasi, apalagi mereka masih mempunyai masa depan,” tuturnya.

Kepada genarasi muda Kapolres berpesan agar menjahui narkoba, sebab jika ingin berprestasi maka jangan coba-coba mendekati barang haram tersebut. Sebab, kata Kapolres, tidak ada orang berprestasi karena narkoba.

“Generasi muda ini generasi emas bangsa, jadi jangan pernah sekali-kali mendekati narkoba. Artinya sekali saja kita melangkah ke arah narkoba, maka pintu kehancuran sudah terbuka lebar untuk kita. Belum lagi efek lain yang menimpa kita, sebab pada diri si pengguna narkoba itu tidak ada lagi rasa kasih sayang kepada orang tua, kerabat, saudara, teman dan orang-orang dekat lainnya. Selain itu cita-cita yang ingin dicapai pun juga akan hancur karena barang haram tersebut,” pesan Kapolres.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK