Menanti Realisasi Janji Politik Akmal-Muslizar

Wahyu Chandra @ist

Oleh Wahyu Chandra*)

Genap dua tahun masa Pemerintahan Akmal ibrahim-Muslizar.MT, masyarakat pasti ingin pertanyakan sejauh apa realisasi 10 janji politik yang ditawarkan di masa pencalonan dulu.

Janji politik merupakan kebutuhan yang disampaikan di masa pencalonan, akan tetapi ketika terpilih maka merupakan kewajiban bagi mereka melalui kekuasaannya utk merealisasikannya. Jika tidak, maka itu bisa dikatakan sebagai sebuah kebohongan, dan jika janji-janji tersebut benar-benar menjadi sebuah kebohongan, maka artinya pemerintahan itu gagal. Karena janji politiklah yang menjadi ukuran gagal atau berhasilnya sebuah tanggung jawab pelaksanaan kekuasaan.

Maka atas dasar tersebut, kami ingin sekali bertanya apa saja yang telah dikerjakan selama dua tahun pemerintahan ini mengenai 10 poin janji-janjinya yang dipaparkan dulu, kemudian sejauh apa sudah perjalanannya jika mana ada yang telah dikerjakan. lalu apa saja yang belum dikerjakan dan apa alasannya.
Kami rasa rakyat wajib tau itu, sebagai bentuk rasa tanggung jawab pemerintahan Akmal-Muslizar kepada masyarakat yg telah memberikannya kepercayaan melalui pilkada tahun 2017.

Masih pada konteks janji atau program politik, saya pikir setiap program itu dalam pekerjaannya tidak cukup untuk dianggap berhasil jika hanya berhenti di output nya saja, akan tetapi harus ada outcome nya atau Manfaat yg diterima kembali dari pengeluaran anggaran tersebut yg sesuai dengan selogan kembalikan harapan rakyat, Karna kembali atau tidaknya harapan rakyat bisa dilihat pada outcome yang diterima. Jika tidak ada, maka sama artinya selogan kembalikan harapan rakyat masih sangat jauh dari ekspektasi.

Selanjutnya, pertanyaan yang paling penting yaitu apa dampak positif terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Abdya dari anggaran yang dikeluarkan melalui program-programnya tersebut? Karena seperti yang kami ketahui kekuatan ekonomi Abdya saat ini tergolong lemah yg dibuktikan dengan lemahnya daya beli masyarakat.

Kami heran kenapa DPRK ABDYA tidak nampak kepada masyarakat untuk mempertanyakan pemerintah supaya menjalankan semua janji politik tersebut, yang seharusnya semenjak dilantik 10 janji politik itu harus dimulai tanpa dalih-dalih apapun.
Kemudian bukankah janji politik itu sudah disepakati dengan DRPK dimasa pencalonan, artinya menjadi tanggung jawab moral DPRK untuk mengawasi janji-janji itu untuk terealisasi.

Harapan kami, setiap sen dari anggaran tersebut berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
Dan saya yakin jika 10 janji itu benar-benar dijalankan dengan baik, maka Kesejahteraan di Abdya akan terwujud, walaupun hanya pada tingkatan 10 – 15 % saja.

*)Penulis adalah Juru Bicara LSM Koalisi Rakyat Bersatu.

KOMENTAR FACEBOOK