Dinas Perikanan Aceh Anggarkan 37,8 Miliar untuk Bibit Ikan Nila

Ilustrasi dikutip dari Youtube.

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Dari total Rp.129.918.429 dana APBA 2019, Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Aceh, menganggarkan 37,8 miliar Rupiah untuk pengadaan bibit ikan nila. Berikutnya Rp26,6 miliar untuk bandeng, Rp14,5 miliar untuk bibit udang .

Hal ini disampaikan oleh Hafidh dari Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), dalam konferensi persnya, Selasa (27/8/2019). Ia menyebutkan, untuk tahun anggaran 2019, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh memiliki 762 paket pengadaan dengan total anggaran Rp. 335.486.565.780 miliar.

Untuk wilayah sebaran benih yang dilakukan oleh dinas tersebut, dari data yang disampaikan MaTA, Kabupaten Aceh Utara dan Bireuen paling banyak mendapatkan gelontoran dana. Aceh Utara mendapatkan 17,1 miliar, Bireuen mendapatkan 16,3 miliar Rupiah. Menyusul Aceh Besar Rp11 miliar. Hal menarik menurut Hafidh, benih ikan yang paling banyak diadakan untuk tahun ini adalah nila.

Berikut data alokasi pengadaan bibit ikan nila untuk berbagai kabupaten di Aceh, disusun sesuai besaran alokasi anggaran.

Aceh Utara Rp. 5,225.000.000,

Bireuen Rp.4.499.000.000,

Pidie Rp.3,180.800.000.

Aceh Tamiang Rp.2.940.000.000,

Aceh Tenggara Rp. 2.610.000.000.

Pidie Jaya Rp.2.390.000.000,

Aceh Besar Rp.2.320.240.000.

Aceh Tengah Rp.2.240.000.000,

Gayo Lues Rp.1.810.000.000.

Aceh Timur Rp.1.580.000.000,

Aceh Jaya Rp.1.350.000.000

Aceh Selatan Rp.1.350.000.000,

Aceh Barat Daya mendapatkan Rp.1,300.000 .000

Bener Meriah Rp.1.165.000.000.

Lhokseumawe Rp.1.40.000.000.

Aceh Barat Rp.870.000.000

Langsa Rp.435.000.000,

Aceh Singkil Rp.400.000.000.

Nagan Raya Rp. 400.000.000

Subulussalam Rp.400.000.000.

Selain itu, Hafidh juga mengatakan, sejauh ini khusus Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), mereka hanya bisa mentracking anggaran untuk tahun 2019. Karena untuk tahun 2018, tidak tersedia di website dinas tersebut.

Tanggapan Dinas

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Aceh Cut Yusminar A.Pi, M.Si., kepada aceHtrend mengatakan, nila merupakan salah satu jenis ikan yang paling kuat daya tahan tubuhnya. Bila dibandingkan dengan udang, nila jauh lebih unggul.

Selain itu, Cut Yusminar juga mengatakan, pengalokasian dana mencapai 37,8 miliar  Rupiah untuk pengadaan bibit nila, berdasarkan proposal yang diajukan oleh masyarakat. Para pelaku budidaya ikan di Aceh, tambah Yusminar, sekarang ini lebih tertarik memelihara ikan nila.

Ia juga menjelaskan ada dua jenis nila yang bibitnya dianggarkan, yaitu nila air tawar dan nila air asin. “Secara umum namanya nila, tapi ada dua jenis, dua-duanya ikut kami sediakan. Ini berdasarkan permintaan pelaku usaha (masyarakat pengaju proposal-red) budidaya ikan di Aceh,” ujar Cut Yusminar, sembari mengatakan belum bisa menjawab secara detail karena dirinya tidak memegang data.

“Pertanyaan mendetail yang diajukan, tidak bisa saya jawab. Datanya ada pada staf saya,” ujarnya. []

KOMENTAR FACEBOOK