Warga Eks Blang Lancang Demo, Ini Jawaban PHE

ACEHTREND.COM,Lhokseumawe- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui Plant Gas Operations PT PHE NSB-NSO Superintendent, Danie Mustafa menyebutkan pihaknya akan menampung dan mencatat seluruh aspirasi serta tuntutan masyarakat Blang Lancang yang melakukan aksi di depan Pintu II eks-Kompleks Kilang LNG PT Arun NGL, Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Senin (26/8/2019).

Danie mengatakan semua permasalahan serta aspirasi dan tuntutan dari masyarakat akan dicatat, nantin6a dibicarakan dengan pimpinan. Untuk diketahui PT PHE merupakan bagian operasi dan menjalankan fungsi-fungsi operasi untuk menstabilkan mengenai suplai gas ke PT PIM dan lainnya.

“Mengapa kita selama ini belum silaturahmi bersama masyarakat, karena diketahui bahwa kita masih melakukan perundingan-perundingan dengan pihak Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) terkait perpanjangan kontrak (PT PHE),” kata Danie.

Danie menjelaskan jika hal tersebut belum ada kejelasan, bagaimana pihaknya menentukan strategi operasi, termasuk soal CSR, operasi lainnya dan hubungan dengan masyarakat.

“Dalam permasalahan ini pihaknya akan berdiskusi dengan manajemen serta mengatur waktu untuk duduk bersama-sama mencari solusi,”pungkasnya.

Sebelumnya,ratusan masyarakat Blang Lancang yang tergabung dalam lembaga Ikatan Masyarakat Keluarga Besar Blang Lancang (IKBAL) mengelar aksi damai di depan pintu masuk utama bekas kantor PT Arun LNG, di Blang Lancang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Senin (26/8/2019).

Terlihat peserta aksi menggunakan pakaian putih dan membawa bendera Merah Putih disertai dengan umbul-umbul pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Selain itu ada juga peserta aksi dari kalangan emak-emak membawa anaknya. Mereka juga mendirikan tenda dan masak bersama di lokasi aksi tersebut.

Ketua IKBAL, Teuku Sultan Jufri, mengatakan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat Blang Lancang dan menolak keberadaan PT Pertamina Hulu Energi (PT PHE) dan PT Patra Badak Arun Solusi (PBAS). Dalam aksi ini mereka meminta untuk mencabut konsesi atas lahan masyarakat Blang Lancang, yang telah merelakan dan mengorbankan harta bendanya untuk kepentingan negara yang saat ini sudah dibangun perusahaan tersebut.

KOMENTAR FACEBOOK