Pimpinan Pesantren Pelaku Pelecehan Seksual Dibidik Dengan Qanun

AI (kanan) dan MY (kiri) pimpinan dan guru di Pesantren AN di Kota Lhokseumawe. Keduanya diringkus polisi karena dilaporkan telah memaksa sejumlah santri melakukan oral seks. (Ist)

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe- Kejaksaan Negeri Lhokseumawe memastikan proses hukum yang akan diterapkan kepada pimpinan dan guru Pesantren AN di Lhokseumawe, yang melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah santri di bawah umur, dibidik dengan Qanun No 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.

“Saat ini berkas kedua tersangka itu masih dilengkapi pihak penyidik Polres Lhokseumawe,” Kata Kajari Lhokseumawe M Ali Akbar, melalui Kasi Pidum Fakhrillah saat dikonfirmasi aceHTrend Selasa (27/8/2019).

Fakhrillah menambahkan berkas kedua tersangka itu sudah dikembalikan kepada pihak penyidik polres Lhokseumawe dan saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk dilengkapi berkas tersebut.

Fakhrillah menyebutkan pihaknya sudah memberi petunjuk kepada pihak penyidik untuk melengkapi berkas tersebut, mungkin dalam waktu dekat berkas kedua tersangka itu sudah dilengkapi dan akan dikembalikan ke Kejaksaan. Kemudian itu, berkas kedua tersangka tersebut akan diserahkan ke Mahkamah Syariat Kota Lhokseumawe.

Sebelumnya, Fakhrillah menjelaskan kedua tersangka tetap akan dijerat dengan Qanun Jinayat yang khusus berlaku di Aceh, serta menginformasikan hukuman qanun itu malah lebih berat dari pada hukuman yang ada di Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA), karena di qanun itu ada ancaman kejahatan terhadap anak bisa dijerat dengan ancaman 200 bulan penjara.

Sedangkan, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T. Herlambang mengatakan perkara masih P19, untuk melengkapi berkas tersebut pihaknya melakukan pemeriksaan saksi tambahan. Saksi tambahan sudah dikonfrontasi sebagian.

“Saat ini sudah ada empat saksi tambahan yang sudah diperiksa dan selain itu juga pemeriksaan ahli, setelah dilengkapi berkas kita akan mengembalikan kepada Kejaksaan, sedangkan kedua tersangka saat ini masih ditahan di Polres,” pungkasnya.

KOMENTAR FACEBOOK