Ketua STAIN Didesak Mundur Bila Tak Mampu Bawa Mahasiswa Kuliah di Kampus Baru

ACEHTREND.COM, Meulaboh – Menanggapi pernyataan Bupati Aceh Barat H. Ramli MS beberapa hari lalu terkait rencana menyewa gedung untuk proses perkuliahan mahasiswa, sebab gedung milik kampus STAIN masih bersengketa dengan masyarakat, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menolak kuliah di gedung sewaan karena bangunan kampus baru milik STAIN di Alue Penyareng (Alpen) sudah siap dipergunakan.

“Kami tidak butuh gedung lain yang mau disewakan oleh Bupati, tetapi yang kami inginkan proses belajar mengajar semester ganjil ini, harus bisa belajar di gedung Alpen yang baru. Yang telah siap dibangun dan sudah bisa digunakan,” tegas Ketua Dema STAIN, Muktaruddin Pakeh kepada wartawan, Minggu (1/9/2019) di Meulaboh.

Muktaruddin menambahkan, pihaknya bersama mahasiswa mendesak Ketua STAIN Meulaboh untuk mengambil sikap atau keputusan kongkret, agar segara membawa mahasiswa STAIN ke kampus Alpen untuk proses perkuliahan semister ganjil ini.

“Kalau Ketua STAIN Meulaboh merasa tidak mampu, lambaikan tangan ke kamera segera mundur dari jabatan karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ungkapnya.

Atas sikap tersebut, Pengurus Dema STAIN mengaku telah melakukan kajian secara mendalam antar sesama mahasiswa, termasuk input atau masukan dari diskusi publik dengan para tokoh dan elemen sipil Aceh Barat, menyangkut buntunya erpindahan perkuliah mahasiswa STAIN ke kampus baru.

Diskusi dengan para tokoh Aceh berlangsung di salah satu warung kopi di Jalan Manekro, Sabtu (31/8/2019). Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah elemen sipil, para alumni STAIN, termasuk beberapa alumni UTU yang dinilai mengerti tentang sejarah perjalanan panjang hingga lahirnya perguruan tinggi ini.

Ketua STAIN Meulaboh, Dr. Inayatillah, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu siang (1/9/2019) mengungkapkan, hingga hari ini pihaknya masih dalam upaya agar mahasiswa bisa kuliah di kampus baru. Masalah tersebut katanya sudah diserahkan kepada Muspika dan Muspida.
“Terkait upaya untuk bisa kuliah di kampus baru, kita dari pihak kampus terus berusaha berkoordinasi dengan berbagai pihak agar mahasiswa bisa kuliah di kampus Alpen,” ujarnya.

“Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya bahwa permasalahan ini sudah diserahkan kepada Muspika dan Muspida. Jadi kami sampaikan saat ini masih menunggu solusinya. Kita berharap solusi yang diberikan adalah win-win solution,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK