Kisah Kakankemenag Abdya, Mantan Loper Majalah Raih Gelar Doktor

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Dr. H. Iqbal Muhammad S.Ag, M.Ag

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), H. Iqbal Muhammad S.Ag, M.Ag resmi diwisuda sebagai lulusan doktor atau S3 Program Studi Fiqih Modern Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (3/9/2019).

Mantan loper majalah Tempo tahun 90-an itu memiliki segudang kisah perjalanan hidup yang bisa dijadikan contoh bagi generasi muda Aceh dalam menimba ilmu di dunia pendidikan (kampus).

Ayah dari lima anak itu banyak memberikan edukasi kepada kaum muda, kala diwawancarai aceHTrend, Minggu (1/9/2019). Baginya, keterbatasan ekonomi bukanlah hambatan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

“Menuntut ilmu itu tidak memandang kaya atau miskin, tapi itu semua tergantung pada niat dan bersungguh-sungguh. Insyaallah, Allah pasti akan memberikan kemudahan,” ungkap pria 49 tahun itu.

Sebelum berkiprah sebagai Kakankemenag Abdya, Iqbal awalnya menjabat sebagai Kasubag TU Kankemenag Kota Madya Banda Aceh. Kariernya terus melejit hingga dipercayakan menjabat sebagai Kakankemenag Kabupaten Pidie Jaya, berlanjut ke Kabupaten Aceh Selatan, hingga saat ini dipercayakan sebagai Kakankemenag kabupaten Abdya menggantikan Drs. H. Arijal M.Si yang dipindahtugaskan sebagai Kakakankemenag Aceh Timur.

“Dalam menjalankan tugas, tentu banyak halangan dan rintangan yang harus kita lalui. Namun kesabaran adalah modal awal untuk tetap kokoh dalam menjalankan amanah yang sudah diberikan,” ujar Iqbal.

Sebelum meraih gelar doktor, suami dari Zahrul Baizah itu awalnya menempuh pendidikan S1 di Prodi Akidah Filsafat Fakultas Usuluddin UIN Ar-Raniry, kemudian melanjutkan Pascasarjana (S2 dan S3) di Prodi Fiqih Modern di universitas yang sama. Dalam mencapai gelar tersebut, pria bertubuh tinggi itu terus bekerja keras demi mewujudkan cita-cita, walaupun dalam keadaan keterbatasan ekonomi keluarga.

“Alhamdulillah, berkat dorongan dan doa orang tua saya bisa mendapatkan gelar sarjana kala itu,” sebutnya.

Prosesi wisuda doktor yang diikuti Iqbal siang tadi dipimpin langsung oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Warul Walidin AK MA dan didampingi sejumlah anggota senat UIN Ar-Raniry lainnya yang berlangsung di Auditorium Ali Hasyimi, Darussalam, Banda Aceh. 

Gelar doktor hukum Islam yang diraih tersebut, setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka atau promosi doktor pada 29 Desember 2018 lalu. Adapun judul desertasinya ialah ‘Standardisasi Produk Pangan Halal’, studi analisis urgensi sertifikasi dan labelisasi halal perspektif hukum Islam dan hukum positif.

“Judul ini sengaja saya pilih dan ditulis, karena persoalan pangan dan produk yang dipasarkan di Aceh banyak yang masih meragukan, khususnya produk dari luar Indonesia atau produk impor,” ungkap pria beralamat di Gampong Tungkop, Darussalam, Banda Aceh itu.

Iqbal menjelaskan, persoalan kehalalan produk pangan saat ini, masih minim perhatian dari masyarakat selaku konsumen dan pihak pabrik selaku produsen. Akibatnya, makanan yang dikonsumsi masih diragukan statusnya, apakah halal, haram, atau bercampur atara halal dan haram. 

Maka, sambungnya, sebagai daerah syariat Islam, sertifikasi dan labelisasi terhadap semua produk pangan itu perlu, apalagi produk impor sehingga masyarakat tidak ragu dan terjebak dengan pangan haram.

Saat ini hanya dirinya yang sudah meraih gelar doktor untuk kalangan kepala kantor Kementerian Agama di Aceh.

“Untuk kalangan Kakankemenag, alhamdulillah baru saya yang meraih gelar doktor,” ujarnya.

Dirinya berpesan kepada generasi muda agar terus dan jangan berhenti untuk belajar dan menuntut ilmu, karena secuil ilmu yang didapatkan, akan bermanfaat di kemudian hari.

“Saya sudah membuktikan, umur tidak menjadi kendala dalam menuntut ilmu, maka para anak muda ayo terus belajar sehingga ilmu kita bisa bermanfaat untuk orang banyak dan umat. Sekali lagi saya berpesan walaupun dalam keadaan kekurangan, tapi pasti ada peluang dan jalan untuk menyelesaikan pendidikan, maka jangan pesimis, tetap optimis dan bersungguh-sungguh dalam belajar,” pesan Iqbal.

Atas gelar akademik tersebut, Iqbal mengucapkan terima kasih kepada orang tua, istri, anak, keluarga, seluruh pegawai di Kankemenag Abdya, Aceh Selatan, Pemerintah Kabupaten Abdya, dan rekan-rekan pers yang terus mendukungnya.[](adv)

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK