Sebelum Dilantik, Anggota Dewan Terpilih Abdya Dites Urine

Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya), AKBP Moh Basori SIK kabarnya telah melayangkan surat permintaan pemeriksaan urine bagi 25 anggota dewan terpilih ke sekretariat DPRK Abdya sebelum mereka dilantik.

Dalam surat tersebut, Kapolres meminta agar anggota DPRK Abdya terpilih periode 2019-2024, dilakukan pemeriksaan urine pada Rabu (4/9/2019) pukul 09.00 WIB di Gedung DPRK Abdya.

“Iya benar, saya yang minta untuk tes urine terhadap 25 anggota DPRK terpilih periode 2019-2024,” ungkap Kapolres saat ditanyai aceHTrend, lewat telepon seluler, Selasa (3/9/2019).

Kapolres mengatakan, kegunaan tes urine tersebut dilakukan pihaknya untuk memastikan ke-25 anggota dewan terpilih yang dilantik pada tanggal 9 September 2019 itu bebas dari narkoba.

“Kita ingin memastikan wakil rakyat bersih dari narkoba, apalagi itu lembaga terhormat, tentunya orang-orang yang duduk di situ tidak terkontaminasi dengan narkoba, sehingga mereka benar-benar bekerja untuk rakyat,” ujar Kapolres.

Ia menjelaskan, jika dari hasil tes urine yang dilakukan ada kedapatan anggota DPRK terpilih positif narkoba, maka itu akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak kepolisian untuk terus melakukan pemantauan terhadap yang bersangkutan.

“Masyarat perlu tahu bagaimana wakilnya yang duduk di DPRK. Jika nanti ada kedapatan yang positif urinenya, maka itu akan kita pantau terus, dan yang bersangkutan juga harus kita rehabilitasi terlebih dahulu,” jelas Kapolres.

Secara terpisah, Sekwan Abdya, Salman, saat ditanyai aceHTrend membenarkan jika pihaknya sudah menerima surat permintaan pengetesan urine untuk 25 anggota dewan terpilih.

“Benar, kita sudah menerima surat permintaan itu dari Polres. Dan insyaallah semua anggota dewan terpilih bersedia dilakukan pengetesan urine mereka,” ujar Salman.

Ia menyebutkan, untuk pengetesan urine besok, dari 25 anggota dewan dua di antaranya meminta agar dilakukan penundaan, sebab sedang berada di luar daerah.

“Mereka semua bersedia, kecuali dua orang anggota dewan terpilih meminta agar ditunda pengecekan urine mereka, sebab mereka berdua lagi di Jakarta. Nanti kalau mereka pulang, baru dites urine keduanya, yang pastinya ke 25 anggota dewan terpilih bersedia,” pungkas Salman.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK