Disperindagkop Lhokseumawe Tidak Tahu Ada Pungli di Pasar Inpres

Kepala Disperindakop-UKM Kota Lhokseumawe, Ramli, S.Sos

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindakop-UKM) Kota Lhokseumawe mengaku tidak mengetahui adanya pungutan lain untuk pedagang di Pasar Inpres Lhokseumawe di luar retribusi resmi.

“Kami baru mengetahui ada pengutipan lain setelah masyarakat mendatangi dan melaporkan hal tersebut kepada kami,” kata Kepala Disperindakop-UKM Kota Lhokseumawe, Ramli, S.Sos kepada awak media, Senin (2/9/2019).

Dia menyebutkan, sebelumnya tidak ada laporan demikian, baru kali ini laporan tersebut diterima dari masyarakat dan pedagang. Sesuai aturan, hanya ada kutipan pajak retribusi sesuai dengan qanun daerah.

“Pada acuannya tidak ada setoran lapak dan setoran bulanan, tapi yang ada distribusi daerah seperti di dalamnya kios,” jelasnya.

Dia mengatakan, kalau ada pengutipan liar bisa dilaporkan disertai dokumentasi pendukung bila ada dugaan ancaman, bahkan bisa juga melaporkan langsung ke pihak kepolisian.

Baca: Sering “Dibegal” Haria Peukan, Pedagang Pasar Inpres Mengadu ke Disperindakop Lhokseumawe

“Saat ini kita tidak bisa memastikan, apakah itu petugas kita, maka itu kita akan segera memanggil petugas harian setempat untuk menyampaikan hal tersebut,” ujarnya.

Dia menegaskan jika hal ini terjadi, maka dapat dipastikan petugas harian setempat akan langsung digantikan dengan yang lainnya.

“Dalam pertemuan tadi, kita meminta untuk memberi waktu tiga minggu untuk menyelesaikan masalah tersebut, jika terbukti di minggu keempat pada masa transisi diganti,” pintanya.

Dia berharap masyarakat dan pedagang juga harus terus melapor jika terjadi pengutipan liar disertai dilengkapi data dan dokumentasi. Lanjutnya, proses distribusi ini terus berjalan.

“Untuk petugas harian itu tidak bisa tidak ada, karena kami setiap tahun harus menyetor distribusi daerah. Jadi solusi yang baiknya retribusi tetap berjalan serta tidak ada lagi gejolak yang diraskaan masyarakat,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK