Rizal Ramli: Aceh Tidak Bisa Jadi Contoh yang Baik

Rizal Ramli (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

ACEHTREND.COM, Jakarta- Pakar Ekonomi Rizal Ramli mengatakan penyelesaian persoalan Papua dan Papua Barat tidak bisa secara simbolik. Otonomi khusus di sana tidak efektif, karena membuka peluang korupsi.

Hal ini disampaikan oleh Rizal Ramli dalam acara Indonesa Lawyers Club (ILC) bertema Papua: Mencari Jalan Terbaik di tvOne, Selasa (3/9/2019).

Perihal tidak efektifnya pelaksanaan otonomi khusus, Rizal Ramli merujuk kepada Aceh, yang menurutnya tidak bisa menjadi bukti kesuksesan pelaksanaan otonomi khusus. Di Aceh, menurut Rizal Ramli, pelaksanaan otsus tidak sesuai harapan.

Sebagai propinsi yang mendapatkan mandat menjalankan otonomi khusus serta mendapatkan uang yang tidak sedikit, Aceh tidak kunjung keluar dari problem klasiknya yaitu kemiskinan. Saat ini Aceh menjadi daerah termiskin di Sumatera. Dengan angka pengangguran tertinggi. Menurut Rizal, dana otsus untuk Aceh dikorupsi oleh elit Aceh.

Rizal, pada kesempatan itu mengatakan, bila ingin menyelesaikan persoalan Papua, maka Pemerintah perlu menjadikan negara bagian Alaska, Amerika Serikat, sebagai contoh. Di sana, Pemerintah Alaska memberikan uang tunai setiap bulan untuk warga asli. Meski kemudian warga tersebut bertahan dengan profesi sebagai nelayan, tapi mereka punya uang untuk hidup sejahtera.

“Beri warga Papua satu juta per orang setiap bulan. Jadi kalau ada empat orang dalam satu keluarga, beri mereka empat juta. Pemerintah bisa meminta BRI untuk menyediakan ATM buat mereka. Transfer langsung ke warga. Tapi berikan pada mama-mama, sebab jika diberikan pada laki-laki, itu akan habis dibuat untuk mabuk,” ujar Rizal Ramli.

Sumber: ILC

KOMENTAR FACEBOOK