Kemendagri Jelaskan Bantuan Hibah untuk Dayah Bisa Terus Diberikan

Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Bahri S.STP, MSi @aceHTrend/Taufik Ar-Rifai

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dinas Pendidikan Dayah Aceh menggelar Forum Group Discussion (FGD) tentang Rancangan Pergub tentang Tata Cara Pemberian Hibah kepada Dayah yang bersumber dari APBA. Acara yang dilaksanakan di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh turut mengundang pihak Kementerian Dalam Negeri, Rabu (4/9/2019).

Adapun pejabat dari Kemendagri, yaitu Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Bahri S.STP, MSi, Kasubdit Wilayah I pada Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Nasrun SH, dan Kasi Wilayah IB pada Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Agung Aryanto SE.Ak.

Bahri SSTP MSi dalam diskusi itu menyampaikan, bantuan hibah untuk lembaga pendidikan agama masih dapat diberikan terus-menerus. Hal ini sebagaimana diatur dalam peraturan Perundang-Undangan Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan.

“Hibah bansos itu harus dipenuhi dulu belanja wajib dan harus bersifat selektif. Kecuali pemda setempat dapat memberikan bantuan hibah kepada salah satu lembaga pendidikan, salah satunya kepada lembaga pendidikan keagamaan. Begitu juga pemerintah daerah juga memberikan bantuan SDA berupa dana. Nah kalau di Aceh saya berpendapat bahwa SDA yang dimaksud di sini berupa dana hibah untuk dialokasikan kepada dayah-dayah di Aceh,” ujar Bahri.

Menurutnya, bantuan hibah yang diperuntukkan bagi lembaga pendidikan dayah di Provinsi Aceh masih dapat diberikan sebagaimana diatur dalam peraturan daerah atau qanun. Dalam hal ini, kata Bahri lagi, Pemerintah Aceh dapat mengeluarkan peraturan khusus untuk menerbitkan nomor registrasi khusus.

“Jadi cukup dikeluarkan SK dari Pemerintah Aceh melalui Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Kemudian jika sudah ada nomor registrasi pokok dayah, maka ke depannya sudah tidak perlu lagi mengajukan proposal,” ujar Bahri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny berharap, forum diskusi ini bertujuan untuk penyempurnaan Peraturan Gubernur Tentang Tata Cara Pemberian Hibah Kepada Dayah yang Bersumber dari APBA. Hal ini untuk memudahkan dimulai dari proses perencanaan penganggaran, pelaksanaan, hingga pertanggungjawabannya.

“Kita berharap masukan-masukan yang positif dari pihak Kemendagri dapat bermanfaat untuk perkembangan dan kemajuan dayah-dayah di Aceh,” ujar Usamah El Madny.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK